Tantangan AI Terhadap Karakter dan Demokrasi Bangsa
- 25 Okt 2024 19:58 WIB
- Kupang
KBRN, Rote: Indonesia, negara yang kaya akan nilai budaya luhur, menghadapi tantangan baru di era digitalisasi. Teknologi kecerdasan buatan (AI), meskipun membawa kemajuan, juga memunculkan ancaman pada karakter dan demokrasi bangsa. Deputi Bidang Koordinasi Revolusi Mental Kemenko PMK, Warsito, menyebutkan perlunya memperkuat karakter bangsa di tengah kemajuan teknologi.
Warsito menilai, pengaruh teknologi digital terhadap aspek kehidupan masyarakat Indonesia terus berkembang. Jika tidak diantisipasi, kemajuan AI dapat mengikis karakter bangsa Indonesia. “Kemajuan teknologi ini mengancam nilai-nilai Pancasila, jika kita tidak waspada,” ujarnya dalam konferensi pers pada, Selasa (25/9/2024).
Salah satu ancaman AI yang diungkapkan Warsito adalah penyebaran ideologi transnasional. Menurutnya, AI dapat mengarahkan masyarakat pada ideologi yang bertentangan dengan nilai Pancasila. Ia pun mengajak seluruh masyarakat untuk memperkuat karakter bangsa agar tetap berpegang pada nilai-nilai nasional.
Indonesia telah merespons tantangan AI ini melalui pengembangan "Strategi Nasional Kecerdasan Artifisial Indonesia" (Stranas KA) sejak 2020. Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kemenkominfo, Prabu Revta Revolusi, menegaskan bahwa regulasi AI tengah disusun untuk melindungi masyarakat dari dampak negatif AI. "Regulasi ini akan memperkuat karakter bangsa dan menjunjung nilai Pancasila,” ujarnya. (Sumber:kominfo.go.id/Radja)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....