KPU Denpasar Optimis Terapkan Green Election di Pilkada 2024

  • 02 Agt 2024 06:30 WIB
  •  Denpasar

KBRN, Denpasar: Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Denpasar optimis bisa menerapkan kampanye hijau di Pilkada 2024 mendatang. Diperlukan dukungan dari semua pihak, baik partai politik, calon peserta hingga masyarakat untuk mewujudkan green election tersebut.


Anggota KPU Kota Denpasar, Megawati Purnama Sari Wijaya kepada RRI mengatakan pihaknya optimis bisa menerapkan kampanye hijau pada pilkada serentak, khususnya pada Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota, November mendatang. Optimisme ini juga berkaca dari Pemilu 2024 lalu, yang mana sampah APK berupa baliho belum tuntas diatasi hingga saat ini.

“Kami sedang mencanangkan program kampanye green election tanpa baliho,” ungkap Megawati


“Berkaca dari pemilu kemarin, tidak bisa dipungkiri baliho-baliho yang terpasang di sudut-sudut kota itu banyak sekali. Bahkan mungkin sampai sekarang belum habis dimusnahkan,” ujarnya.


Guna mendukung green election, KPU Denpasar juga telah melakukan sosialisasi terkait hari dan tanggal pemungutan suara melalui TV publik atau Videotron yang ada di Kota Denpasar. Seperti di bank-bank pemerintah, hingga lembaga pemerintah maupun swasta yang memiliki TV layanan publik.


“Harapan kami tentu ingin merubah metode kampanye yang memang sepertinya sudah melekat bahwa memasang baliho itu adalah salah satu metode kampanye yang lebih efisien menurut peserta. Namun sekali lagi kita harus berkaca dari pemilu kemarin, berkaitan dengan sampah yang jadinya menumpuk. Harapan saya, kita bisa memanfaatkan metode kampanye digital. Kita kan punya Videotron di setiap sudut kota, atau media sosial juga bisa,” tandasnya.


Megawati menambahkan melalui berbagai upaya tersebut, KPU Denpasar optimistis bisa menerapkan green election di Pilkada Serentak 2024 ini, dengan tetap mengacu pada regulasi yang ada. Berkaca dari Pilwali 2020 lalu, APK yang tidak ramah lingkungan diganti dengan menggunakan Videotron. Keberadaan videotron di Kota Denpasar pun saat ini dikatakan sudah masif dan ada di empat kecamatan. Selain itu pemanfaatan media sosial juga menurutnya dapat menjadi sarana kampanye yang efektif, terutama untuk kalangan pemilih milenial.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....