Thailand Jelaskan Penghapusan Patung Hindu di Perbatasan
- 25 Des 2025 19:07 WIB
- Batam
KBRN, Batam: Pemerintah Thailand pada 25 Desember membela tindakan militer yang merobohkan sebuah patung Hindu di wilayah perbatasan dengan Kamboja. Bangkok menyatakan langkah tersebut dilakukan semata-mata untuk menegaskan penguasaan wilayah di area perbatasan yang disengketakan, bukan karena alasan keagamaan.
Tindakan ini memicu kemarahan dari pihak Kamboja, menyusul beredarnya video penghancuran patung Dewa Wisnu yang dilakukan menggunakan alat berat. Juru bicara Provinsi Preah Vihear mengatakan patung tersebut dibangun pada 2014 dan berada di wilayah Kamboja, serta dihancurkan pada 22 Desember.
Ketegangan semakin meningkat karena insiden ini terjadi setelah lebih dari dua pekan bentrokan militer antara kedua negara bertetangga tersebut. Konflik perbatasan lama yang kembali memanas sejak Desember itu telah menimbulkan banyak korban jiwa di kedua sisi.
India, sebagai negara dengan populasi Hindu terbesar di dunia, turut menanggapi kejadian tersebut. Kementerian Luar Negeri India menyatakan bahwa tindakan tidak menghormati simbol keagamaan dapat melukai perasaan umat Hindu di seluruh dunia dan seharusnya tidak terjadi.
Menanggapi kritik internasional, pemerintah Thailand menegaskan bahwa penghapusan patung tersebut berkaitan dengan pertimbangan keamanan dan administrasi wilayah. Thailand menekankan bahwa tidak ada niat untuk melecehkan agama atau kepercayaan tertentu.
Dalam pernyataan terpisah, Bangkok menyebut patung itu bukan situs keagamaan yang terdaftar atau diakui secara resmi. Pemerintah Thailand juga menyatakan bahwa struktur tersebut dianggap sebagai elemen dekoratif di kawasan perbatasan.
Lebih lanjut, Thailand menyatakan bahwa pembongkaran dilakukan untuk menegaskan kendali efektif atas wilayah tersebut. Pemerintah menyampaikan penyesalan atas ketidaknyamanan yang muncul akibat kesalahpahaman publik setelah video penghancuran menyebar luas di media sosial.
AFP memverifikasi rekaman video tersebut dan memastikan lokasinya berada di sekitar wilayah sengketa An Ses. Pencarian melalui peta digital menunjukkan patung itu terletak sekitar 400 meter dari garis perbatasan, di sisi yang diklaim Kamboja.
Konflik perbatasan Thailand-Kamboja yang kembali berkobar dilaporkan telah menewaskan 23 orang di Thailand, sebagian besar tentara, serta 21 warga sipil di Kamboja. Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul menegaskan bahwa, menurutnya, “patung yang dihancurkan tidak dapat dibandingkan dengan nyawa atau anggota tubuh para prajurit.”
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....