Filosofi dan Keunikan Rasa Kue Cimplo Jawa Barat

  • 28 Des 2025 13:16 WIB
  •  Bandung

KBRN, Bandung: Cimplo merupakan kudapan tradisional khas masyarakat pesisir utara Jawa Barat, khususnya sangat populer di wilayah Indramayu dan sekitarnya.

Panganan ini berbahan dasar tepung beras yang dicampur dengan tapai singkong (tape) serta ragi, kemudian dipanggang menggunakan cetakan tanah liat khusus hingga berbentuk bulat pipih dengan tekstur yang empuk dan sedikit kenyal.

Secara visual, cimplo memiliki kemiripan dengan kue apem atau serabi, namun yang membedakannya adalah cara penyajiannya yang khas, yakni dinikmati dengan cara dicelupkan ke dalam air gula merah (gula aren) cair yang kental dan dicampur dengan parutan kelapa atau potongan nangka untuk menambah aroma harum.

Bagi masyarakat lokal, cimplo bukan sekadar camilan biasa, melainkan memiliki makna filosofis dan tradisi yang kuat, terutama berkaitan dengan ritual penolak bala atau sebagai simbol rasa syukur.

Biasanya, kuliner ini banyak muncul pada bulan-bulan tertentu dalam kalender Hijriah, seperti bulan Safar, pada saat itu masyarakat cenderung membuat cimplo dalam jumlah besar untuk dibagikan kepada tetangga dan kerabat.

Rasa manis dari kuah gula yang berpadu dengan rasa gurih fermentasi dari kue cimplo menciptakan sensasi rasa autentik yang mampu membangkitkan nostalgia akan suasana pedesaan yang hangat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....