Misi Jurnalistik di Balik Hilangnya Arupadhatu 1
- 18 Sep 2026 21:18 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Lima jurnalis berangkat pada Senin, 7 September 2026 dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang dengan tujuan merekam aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau secara langsung.
- Tim perjalanan terdiri dari lima jurnalis dan tiga kru kapal yang menggunakan speedboat Arupadhatu 1 untuk menuju perairan Gunung Anak Krakatau.
- Misi perekaman mengalami perubahan menjadi pencarian panjang tanpa kepastian setelah speedboat meninggalkan dermaga menuju kawasan Anak Krakatau.
Kantor SAR Banten kemudian mengerahkan unsur pencarian setelah menerima laporan hilangnya komunikasi rombongan. RIB 02 Banten, KN SAR Tetuka, dan RIB Lampung bergerak menyisir kawasan sekitar.
Pencarian awal dilakukan di sekitar Pulau Krakatau dan Pulau Panjang, namun belum membuahkan hasil. Tim kemudian mempelajari rute perjalanan dari Carita menuju kawasan Anak Krakatau.
“Untuk rencana besok tetap nanti kita memperluas area pencarian. Karena hari ini kita mempelajari rute dari Carita sampai dengan Anak Gunung Krakatau,” kata Al Amrad.
Kepala Kantor SAR Banten itu menjelaskan evaluasi rute diperlukan sebelum pencarian diperluas. Memasuki hari kedua, Basarnas membagi wilayah pencarian menjadi sejumlah sektor operasi.
Berbagai kapal, perahu karet, unsur TNI, Polri, BPBD, serta potensi SAR dikerahkan. Dua drone thermal juga disiapkan untuk membantu pencarian dari udara.
Peralatan tersebut digunakan untuk memperluas pengamatan terhadap wilayah yang sulit dijangkau pencarian laut.
|
Selanjutnya,
Hari-Hari Panjang Menyisir Selat Sunda
|
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....