Misi Jurnalistik di Balik Hilangnya Arupadhatu 1

  • 18 Sep 2026 21:18 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Lima jurnalis berangkat pada Senin, 7 September 2026 dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang dengan tujuan merekam aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau secara langsung.
  • Tim perjalanan terdiri dari lima jurnalis dan tiga kru kapal yang menggunakan speedboat Arupadhatu 1 untuk menuju perairan Gunung Anak Krakatau.
  • Misi perekaman mengalami perubahan menjadi pencarian panjang tanpa kepastian setelah speedboat meninggalkan dermaga menuju kawasan Anak Krakatau.

Setelah sepuluh hari, operasi SAR gabungan akhirnya dihentikan karena pencarian dinilai tidak lagi efektif. Keputusan tersebut diumumkan Gubernur Banten Andra Soni di Posko Utama SAR Gabungan.

“Sudah tidak efektif maka dengan berat hati pelaksanaan operasi gabungan ini dinyatakan dihentikan,” kata Andra. Selama operasi berlangsung, tim tidak menemukan tanda keberadaan korban maupun kapal yang dicari.

Sebanyak 523 personel dikerahkan untuk pencarian melalui jalur laut, darat, dan udara. Wilayah pencarian mencapai 8.509 nautical mile persegi pada hari terakhir operasi.

Tim sebelumnya menemukan 13 objek terapung selama proses penyisiran di sejumlah lokasi. Namun, seluruh objek tersebut kemudian diverifikasi dan tidak dinyatakan berkaitan dengan Arupadhatu 1.

Meski operasi resmi dihentikan, Basarnas dan pemerintah daerah tidak menutup kemungkinan pencarian kembali. Operasi dapat dibuka apabila muncul petunjuk baru atau laporan masyarakat yang telah terkonfirmasi.

Penutupan operasi bukan berarti seluruh harapan keluarga terhadap kepastian ikut berhenti. Keluarga masih menunggu kemungkinan munculnya informasi baru mengenai keberadaan delapan orang tersebut.

Sehari setelah operasi dihentikan, keluarga Yudistiro Pranoto bersama rekan jurnalis melakukan tabur bunga. Prosesi dilakukan di titik terakhir speedboat Arupadhatu 1 dilaporkan hilang kontak.

KN SAR Tetuka membawa istri dan anak Yudistiro bersama sejumlah rekan media menuju lokasi tersebut. Mereka berangkat dari Pelabuhan Pelindo 3 Ciwandan sekitar pukul 08.01 WIB.

“Kita membawa keluarga korban, istri dan anak Yudistira, untuk melakukan tabur bunga ke laut,” kata nahkoda Septa Arif Rohadi. Perjalanan menuju titik tersebut berlangsung sekitar satu jam menggunakan KN SAR Tetuka.

Rodiah Nasution dan anaknya kemudian menaburkan bunga secara bergantian di perairan Selat Sunda. Mereka juga memanjatkan doa untuk Yudistiro dan tujuh orang lainnya yang belum ditemukan.

Bagi keluarga Firdaus Wajidi, keputusan menghentikan operasi SAR diterima dengan lapang dada. Astrid, istri Firdaus, memahami keterbatasan tenaga serta risiko yang dihadapi petugas selama pencarian.

“Kami terima apa pun keputusannya karena kami tidak bisa memaksakan mereka untuk terus mencari. Mereka pun punya keluarga di rumah yang menunggu, ada anak dan istri,” ucap Astrid.

Selama sepuluh hari, keluarga menyaksikan langsung upaya tim gabungan mencari tanpa kepastian. Kakak kandung Firdaus bahkan turut bersiaga di lokasi untuk memantau perkembangan penyisiran.

“Kami keluarga tidak ingin mendesak atau push-push pihak Basarnas untuk melanjutkan. Kami tahu mereka sudah maksimal dari pagi sampai malam tiap hari,” tuturnya.

Namun, menerima keputusan penghentian operasi tidak menghapus harapan keluarga untuk menemukan kepastian. Bagi Astrid, keberadaan atau tanda tentang delapan orang tersebut tetap menjadi sesuatu yang dinantikan.

“Saat ini hanya tinggal menunggu, inginnya diketemukan. Ada wujudnya di depan kita semua, apa pun kondisinya kita sudah siap, insyaallah. Terlepas itu berapa lama, kami hanya perlu wujudnya atau ada tanda saja dari mereka yang berdelapan itu,” tambah Astrid.

Sepuluh hari pencarian berakhir tanpa ditemukannya delapan orang maupun speedboat Arupadhatu 1.

google-preference
Kata Kunci / Tags
operasi kemanusiaan operasi SAR operasi SAR dapat dibuka kembali operasi SAR dihentikan operasi SAR diperpanjang operasi SAR gabungan operasi SAR sepuluh hari Pandeglang Pantai Anyer peliputan Anak Krakatau pencarian Arupadhatu 1 pencarian berlanjut pencarian darat pencarian di Selat Sunda pencarian diperluas pencarian hari kedelapan pencarian hari kedua pencarian hari kesembilan pencarian hari kesepuluh pencarian hari ketujuh pencarian jurnalis pencarian kapal hilang pencarian korban pencarian korban Anak Krakatau pencarian korban hilang pencarian laut pencarian nihil pencarian tanpa hasil pencarian udara penutupan operasi SAR perairan Selat Sunda perpanjangan operasi SAR personel SAR petunjuk baru pewarta foto Pewarta Foto Indonesia PFI 24 kapal 523 personel 8.509 nautical mile Abu Vulkanik aktivitas Gunung Anak Krakatau aktivitas gunung api aktivitas vulkanik Al Amrad Anadolu Agency angin Selat Sunda Anyer Ari Basuki Arupadhatu 1 Astrid awak kapal hilang Banten Basarnas Basarnas Banten Basarnas tetap memantau belum ditemukan BMKG Carita cuaca Selat Sunda debu vulkanik delapan orang hilang Dermaga Carita Dermaga Pagedongan Ditpolairud Polda Banten Doa Bersama Donal Husni drone thermal erupsi Anak Krakatau Firdaus Wajidi fotografer Anadolu Agency fotografer hilang fotografer jurnalistik fotografer Merdeka.com gelombang laut Gubernur Banten Andra Soni Gunung Anak Krakatau Gunung Anak Krakatau erupsi gunung api aktif harapan keluarga korban Heriyanto hilang kontak iNews istighosah jurnalis Antara jurnalis hilang jurnalis hilang Selat Sunda jurnalis iNews jurnalis meliput erupsi KAL Anyer kapal Arupadhatu kapal cepat kapal hilang kontak kapal jurnalis hilang kapal SAR kecelakaan laut keluarga jurnalis keluarga korban kepastian korban keselamatan awak kapal keselamatan jurnalis keselamatan wartawan KN SAR Tetuka komunitas pers kondisi laut Selat Sunda korban hilang KP Sanjaya KRI Lepu KRI Leuser Lanal Banten lima fotografer hilang lima jurnalis hilang liputan erupsi LKBN Antara luas area pencarian Marina Carita Maruli Ahiles Hutapea Merdeka.com misi jurnalistik misteri Arupadhatu 1 monitoring Selat Sunda Muhammad Bagus Khoirunnas Polri Posko SAR Carita Pulau Krakatau Pulau Panjang Pulau Rakata Pulau Sangiang Pulau Sebesi Pulau Sertung PVMBG radius tiga kilometer Anak Krakatau RIB Banten RIB Lampung risiko peliputan bencana Rizky Dwianto Rodiah Nasution Sandi Wiyasa SAR Selat Sunda Selat Sunda solidaritas jurnalis speedboat speedboat Arupadhatu 1 Surakman tabur bunga tanpa jejak tidak ditemukan tiga kru kapal hilang tim SAR gabungan TNI tragedi Arupadhatu 1 Warta wartawan hilang Wawan Subagyo Mardani Yudistiro Pranoto

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....