Karhutla Riau Mulai Terkendali, Personel Diingatkan Tak Lengah

  • 28 Agt 2026 23:33 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau menunjukkan perkembangan yang semakin baik.
  • Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni meminta TNI, Polri, dan pemerintah daerah memperkuat soliditas dan meningkatkan kesiapsiagaan.
  • Dengan pengalaman penanganan selama Agustus dan evaluasi yang dilakukan saat ini, pemerintah berharap potensi karhutla pada September dapat ditekan sedini mungkin.

ADA kabar baik dari penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau. Pemerintah menilai upaya pengendalian karhutla di wilayah tersebut menunjukkan perkembangan yang semakin baik.

Namun, kabar baik itu dinilai justru menjadi pengingat agar seluruh jajaran tidak lengah.

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni meminta TNI, Polri, dan pemerintah daerah memperkuat soliditas dan meningkatkan kesiapsiagaan.

Menurutnya, karhutla harus ditangani hingga benar-benar tuntas. Pesan tersebut disampaikan Raja Juli saat memimpin Rapat Koordinasi Pengendalian Karhutla di Provinsi Riau yang berlangsung di Mapolda Riau, Kota Pekanbaru, Jumat 28 Agustus 2026.

Rapat tersebut dihadiri Plt Gubernur Riau SF Hariyanto, Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan, Pangdam XIX/Tuanku Tambusai, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Raja Juli menyebut posisi Riau dalam catatan jumlah titik panas (hotspot) karhutla nasional saat ini relatif lebih rendah dibandingkan sejumlah provinsi lain.

Kalimantan Tengah berada di urutan pertama dengan jumlah hotspot tertinggi, disusul Kalimantan Barat, Sumatra Selatan, dan Kalimantan Selatan. Riau berada di posisi kelima, sementara Jambi di urutan keenam.

“Data ini menunjukkan bahwa penanggulangan karhutla di Riau semakin hari semakin baik,” kata Raja Juli. Meski demikian, ia mengingatkan agar capaian tersebut tidak membuat jajaran terkait berpuas diri.

Justru, kondisi itu harus menjadi modal untuk meningkatkan kerja sama dan kesiapan menghadapi tantangan berikutnya. “Tentu saja, pencapaian ini tidak boleh membuat kita berleha-leha atau lengah, sebaliknya, hal ini harus menjadi motivasi, menambah optimisme, serta membakar semangat kita untuk bekerja lebih baik lagi,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....