Euforia Kemerdekaan di Bawakaraeng dan Risiko di Balik Jalur Pendakian

  • 20 Agt 2026 14:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Puluhan pendaki Bawakaraeng dievakuasi setelah mengalami hipotermia, kelelahan, kram, asma, dan cedera saat turun gunung.
  • Sebanyak 295 personel SAR gabungan disiagakan di delapan titik strategis untuk mengantisipasi kondisi darurat selama HUT ke-81 RI.
  • Ribuan pendaki memadati Bawakaraeng, dengan registrasi mencapai ribuan orang melalui jalur Buluballea, Tassoso, Kanreapia, dan Lembanna.

Peringatan HUT ke-81 RI di Gunung Bawakaraeng kembali menarik ribuan pendaki dari komunitas pencinta alam dan pehobi hiking tersebut. Basarnas Makassar mencatat sebanyak 3.273 pendaki melakukan registrasi melalui empat jalur pendakian selama momentum kemerdekaan tahun ini berlangsung.

Data registrasi menunjukkan 223 pendaki melalui Lembanna, 1.681 melalui Bulu Balea, 947 melalui Tassoso, serta 422 melalui Kanreapia. Padatnya aktivitas pendakian membuat kesiapsiagaan menjadi penting karena kondisi medan pegunungan dapat berubah cepat selama perjalanan pendakian.

Kepala Basarnas Makassar Muhammad Arif Anwar mengatakan delapan pendaki mengalami gangguan kesehatan saat berada di pendakian Gunung Bawakaraeng. Keluhan mereka meliputi hipotermia, asma, kram paha, hingga gejala tifus yang membutuhkan pertolongan dan pemantauan medis lebih lanjut.

"Delapan pendaki mengalami kondisi berbeda, mulai hipotermia, asma, kram paha, hingga gejala tifus saat mendaki Gunung Bawakaraeng tersebut. Setelah dievakuasi, beberapa pendaki mendapat penanganan medis dan dirujuk ke Puskesmas Tinggi Moncong sesuai kebutuhan para pendaki yang ada," katanya.

Untuk mengantisipasi kondisi darurat, Basarnas menempatkan personel pada delapan titik pemantauan selama siaga khusus berlangsung di lapangan ini. Operasi tersebut melibatkan 295 personel dari Basarnas, komunitas SAR, relawan, tenaga medis, organisasi kemanusiaan, serta unsur terkait lainnya.

"Kami menempatkan personel pada sejumlah titik strategis agar pendaki tetap merasa aman sepanjang jalur pendakian Gunung Bawakaraeng berlangsung. Ketika masyarakat membutuhkan pertolongan, kami harus hadir dan memberikan respons secepat mungkin selama kondisi darurat berlangsung di lapangan," ujarnya.

Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar Andi Sultan menyebut pendakian Bawakaraeng saat HUT RI sudah rutin dilakukan beberapa tahun terakhir. Menurutnya, pelarangan bukan pilihan utama sehingga pengawasan dan kesiapsiagaan menjadi langkah penting untuk menjaga keselamatan para pendaki.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....