Pertemuan Indonesia-Tailan: Babak Baru Diplomasi Kemitraan Strategis

  • 04 Agt 2026 18:18 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Perdana Menteri Tailan Anutin Charnvirakul melakukan kunjungan resmi pertama ke Indonesia sejak menjabat pada 3 Agustus 2026, menandai fase baru dalam hubungan bilateral kedua negara.
  • Pertemuan bilateral menghasilkan berbagai kesepakatan strategis mencakup kerja sama pertahanan, perdagangan, dan pemberantasan kejahatan lintas negara.
  • Kunjungan ini memperkuat posisi Indonesia dan Tailan sebagai negara pendiri ASEAN dengan tanggung jawab menjaga stabilitas kawasan Asia Tenggara.

Setelah memperkuat komitmen di bidang pertahanan dan keamanan kawasan, perhatian kedua pemimpin kemudian bergeser pada sektor ekonomi. Di tengah ketidakpastian global, kedua negara sepakat mempercepat kerja sama perdagangan, investasi, hingga ekonomi digital sebagai mesin baru pertumbuhan bersama.

Presiden Prabowo menegaskan hubungan ekonomi Indonesia dan Tailan selama ini telah berkembang cukup baik. Namun, menurutnya, potensi yang dimiliki kedua negara masih jauh lebih besar untuk dikembangkan.

Salah satu target yang disepakati ialah meningkatkan nilai perdagangan bilateral hingga mencapai 20 miliar dolar Amerika Serikat pada 2030. "Kami optimistis target perdagangan sebesar USD20 miliar pada tahun 2030 dapat dicapai melalui implementasi roadmap kemitraan strategis," kata Presiden Prabowo.

Roadmap tersebut menjadi dokumen penting yang akan menjadi panduan hubungan bilateral selama lima tahun ke depan. Dokumen itu merupakan tindak lanjut dari peningkatan hubungan Indonesia dan Tailan yang disepakati pada ASEAN Summit 2026 di Cebu, Filipina.

Selain memperkuat hubungan politik, roadmap tersebut memuat berbagai program konkret untuk memperluas perdagangan, investasi, pembangunan ekonomi, hingga kerja sama antarmasyarakat. Dengan demikian, hubungan kedua negara tidak lagi hanya bergantung pada komunikasi diplomatik, tetapi memiliki arah pembangunan yang lebih terukur.

Untuk mempercepat implementasi berbagai program tersebut, Indonesia dan Tailan sepakat membentuk Joint Trade Commission. Mekanisme bilateral pertama itu akan menjadi forum resmi guna mengidentifikasi peluang perdagangan sekaligus menyelesaikan berbagai hambatan investasi.

Presiden Prabowo mengatakan sektor pangan juga menjadi perhatian utama dalam kerja sama ekonomi Indonesia dan Tailan. Kedua negara sepakat memperkuat kolaborasi mulai dari teknologi pertanian, logistik, pengolahan hasil pangan, hingga penguatan rantai pasok.

"Kita juga sepakat untuk meningkatkan kerja sama di bidang ketahanan pangan. Utamanya terkait teknologi pertanian, logistik, pengolahan pangan, hingga ketahanan rantai pasok," ujar Presiden.

Kerja sama tersebut dinilai semakin penting di tengah meningkatnya tantangan ketahanan pangan dunia akibat perubahan iklim dan konflik geopolitik. Sebagai dua negara agraris terbesar di Asia Tenggara, Indonesia dan Tailan memiliki kepentingan yang sama untuk menjaga stabilitas produksi dan distribusi pangan kawasan.

Di sektor energi, kedua negara juga sepakat membentuk Indonesia–Tailan Energy Forum. Forum tersebut akan menjadi wadah memperkuat kolaborasi pemerintah dan dunia usaha dalam mempercepat transisi menuju energi berkelanjutan.

Selain itu, kerja sama ekonomi juga diarahkan pada pemanfaatan Local Currency Transaction (LCT) untuk meningkatkan efisiensi perdagangan dan investasi. Penggunaan mata uang lokal diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap mata uang asing dalam transaksi bilateral.

Presiden Prabowo juga melihat peluang besar kerja sama pada sektor industri halal. Menurutnya, Indonesia dan Tailan memiliki keunggulan masing-masing yang dapat saling melengkapi dalam membangun rantai pasok halal.

"Dengan keunggulan masing-masing di sektor industri halal. Indonesia dan Tailan dapat saling mendukung dalam membangun rantai nilai industri halal regional dan global," kata Presiden.

Kerja sama ekonomi kedua negara tidak berhenti pada perdagangan barang dan investasi. Indonesia dan Tailan juga mendorong peningkatan konektivitas melalui pembukaan rute penerbangan langsung Jakarta–Bangkok dan Denpasar–Phuket.

Pembukaan jalur penerbangan tersebut diharapkan memperlancar mobilitas masyarakat, meningkatkan jumlah wisatawan, sekaligus memperkuat hubungan bisnis kedua negara. Konektivitas yang semakin baik diyakini akan membuka peluang investasi baru di berbagai sektor.

Optimisme serupa juga disampaikan Perdana Menteri Anutin. Ia menilai Indonesia dan Tailan memiliki potensi ekonomi yang sangat besar karena didukung pasar domestik yang mencapai sekitar 350 juta penduduk.

"Kami sepakat bahwa Tailan dan Indonesia memiliki potensi yang besar. Khususnya dalam meningkatkan volume perdagangan dan investasi bilateral," ujar Anutin.

Bagi kedua negara, kerja sama ekonomi bukan lagi sekadar meningkatkan angka perdagangan. Lebih dari itu, kemitraan tersebut diharapkan menjadi fondasi baru bagi pertumbuhan ekonomi kawasan ASEAN yang lebih tangguh.

google-preference
Kata Kunci / Tags
5PC Angkatan Bersenjata Tailan asean Asia Tenggara AWAV belasungkawa berita in-depth diplomasi diplomasi Indonesia Tailan diplomasi internasional diplomasi kemanusiaan diplomasi regional ekonomi digital Five-Point Consensus hubungan antarpemimpin hubungan bilateral hubungan Indonesia ASEAN hubungan Indonesia Tailan hubungan Indonesia Tailan 2026 hubungan luar negeri Indonesia hukum internasional human trafficking Indonesia Indonesia-Thailand Energy Forum industri halal industri pertahanan investasi bilateral investigasi bersama Istana Merdeka Joint Trade Commission keamanan digital keamanan kawasan keamanan maritim kejahatan siber kejahatan transnasional kemitraan strategis kendaraan lapis baja amfibi kerja sama ASEAN kerja sama ekonomi kerja sama keamanan kerja sama pendidikan kerja sama pertahanan Ketahanan Pangan konektivitas korban scam Korps Marinir TNI AL kunjungan kenegaraan kunjungan perdana latihan militer bersama LCT Local Currency Transaction logistik pangan MoU pendidikan Myanmar Narkotika Online Scam pelacakan aliran keuangan pemulangan WNI pendiri ASEAN penerbangan Denpasar Phuket penerbangan Jakarta Bangkok pengembangan SDM penghargaan militer Tailan penipuan daring perdagangan bilateral perdagangan orang perdamaian Myanmar Perdana Menteri Tailan Anutin Charnvirakul perlindungan WNI pertukaran intelijen pertukaran perwira pidato ASEAN Presiden Prabowo Subianto Putri Bajrakitiyabha Raja Tailan rantai nilai halal rantai pasok Roadmap Kemitraan Strategis Indonesia-Tailan 2026-2030 Rri RRI.co.id Sekretariat ASEAN stabilitas Asia Tenggara stabilitas kawasan Tailan target perdagangan 20 miliar dolar AS teknologi pertanian Thailand-Indonesia Business Forum Timur Tengah tokoh militer Transnational Referral Mechanism TRM

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....