Pertemuan Indonesia-Tailan: Babak Baru Diplomasi Kemitraan Strategis
- 04 Agt 2026 18:18 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Perdana Menteri Tailan Anutin Charnvirakul melakukan kunjungan resmi pertama ke Indonesia sejak menjabat pada 3 Agustus 2026, menandai fase baru dalam hubungan bilateral kedua negara.
- Pertemuan bilateral menghasilkan berbagai kesepakatan strategis mencakup kerja sama pertahanan, perdagangan, dan pemberantasan kejahatan lintas negara.
- Kunjungan ini memperkuat posisi Indonesia dan Tailan sebagai negara pendiri ASEAN dengan tanggung jawab menjaga stabilitas kawasan Asia Tenggara.
Suasana hangat langsung terasa sejak prosesi penyambutan resmi berlangsung di halaman Istana Merdeka. Presiden Prabowo dan PM Anutin tidak hanya mengikuti upacara kenegaraan, tetapi juga menyempatkan diri menyapa para pelajar di halaman Istana.
Kedua pemimpin membalas lambaian tangan para siswa dengan memberikan hormat. Momen sederhana tersebut memperlihatkan keakraban yang kemudian mewarnai seluruh rangkaian pertemuan bilateral.
Nuansa saling menghormati semakin terasa ketika PM Anutin menyerahkan penghargaan militer tertinggi dari Angkatan Bersenjata Tailan kepada Presiden Prabowo. Penghargaan itu diberikan sebagai bentuk penghormatan atas kiprah Prabowo yang selama ini dikenal luas di kalangan militer Tailan.
"Sebelum melakukan perjalanan ini, saya meminta para pejabat senior Angkatan Darat memberikan pengarahan. Mereka mengatakan kepada saya bahwa Anda benar-benar merupakan tokoh militer yang ikonik," kata Anutin.
Anutin mengungkapkan banyak perwira muda Tailan mengagumi sosok Presiden Prabowo. Bahkan, menurutnya, beberapa jenderal muda ingin ikut dalam rombongan resmi hanya untuk bertemu langsung dengan Presiden Prabowo.
"Saya membawa sejumlah medali yang dengan sepenuh hati ingin dipersembahkan Angkatan Darat kami kepada Anda. Karena Anda adalah seorang tokoh militer yang sangat mereka hormati," ujarnya.
Ia juga mengingat hubungan panjang Presiden Prabowo dengan militer Tailan sejak masih bertugas sebagai prajurit pasukan khusus. Menurut Anutin, sejarah tersebut menjadi fondasi kuat bagi hubungan pertahanan kedua negara hingga saat ini.
Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diterimanya. Ia mengaku tidak menyangka akan memperoleh tanda kehormatan dari Angkatan Bersenjata Tailan.
"Saya juga ingin menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Yang Mulia dan Pemerintah Kerajaan Tailan. Atas tanda kehormatan dari Angkatan Bersenjata Tailan yang akan dianugerahkan kepada saya," ujar Presiden.
Menurut Presiden, penghargaan tersebut bukan hanya ditujukan kepada dirinya secara pribadi, melainkan menjadi simbol saling menghormati antara Indonesia-Tailan. Hubungan kedua negara, kata Presiden, telah berkembang jauh melampaui hubungan diplomatik biasa.
Kehangatan pertemuan juga terlihat ketika Presiden Prabowo menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Putri Kerajaan Tailan, Bajrakitiyabha. "Doa dan pikiran kami menyertai Anda di masa sulit ini," kata Presiden.
Dalam kesempatan yang sama, Presiden juga menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada Raja Tailan Maha Vajiralongkorn Phra Vajiraklaochaoyuhua. "Semoga Yang Mulia terus diberkati dengan kesehatan, kebahagiaan, dan kekuatan dalam memimpin Kerajaan Tailan," ujar Presiden.
Kepala Negara juga mengungkapkan dirinya memiliki hubungan pribadi yang telah terjalin lama dengan Raja Tailan. Keduanya sama-sama pernah berkarier sebagai prajurit sehingga memiliki banyak kenangan semasa muda.
"Seperti yang Anda ketahui, saya memiliki hubungan pribadi yang sangat panjang dengan Yang Mulia. Kami berdua adalah tentara ketika masih muda, jadi kami memiliki kenangan indah," ucap Presiden.
Gestur saling menghormati tersebut dibalas PM Anutin dengan menyampaikan belasungkawa atas musibah kebakaran KMP Mutiara Sentosa II. Atas nama pemerintah dan rakyat Tailan, ia menyampaikan simpati kepada seluruh korban dan keluarga yang terdampak.
"Menyampaikan belasungkawa terdalam saya atas nama rakyat Tailan. Atas kebakaran (kapal) di Indonesia kemarin," kata Anutin.
Ia berharap proses penanganan musibah berjalan lancar dan tidak ada lagi korban jiwa. Pikiran dan doa rakyat Tailan menyertai seluruh korban serta keluarga yang sedang menghadapi masa sulit.
Suasana penuh penghormatan tersebut menjadi fondasi penting sebelum kedua pemimpin memasuki pembahasan berbagai agenda strategis. Dari ruang pertemuan bilateral itulah lahir sejumlah kesepakatan hubungan Indonesia dan Tailan dalam beberapa tahun mendatang.
|
Selanjutnya,
Dari Pertahanan Menuju Stabilitas Kawasan
|
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....