Kekeringan Merajalela, Pemprov Banten Kaji Status Darurat Bencana
- 31 Jul 2026 16:53 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- BPBD Provinsi Banten melakukan kajian dan evaluasi kondisi kedaruratan untuk meningkatkan status siaga bencana kekeringan dan kebakaran.
- Peningkatan status siaga darurat bencana dilakukan sebagai antisipasi perluasan dampak krisis air bersih dan kebakaran hutan-lahan akibat kemarau ekstrem.
- Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Banten, Lutfi Mujahidin, menekankan perlunya rapat untuk menentukan status peningkatan siaga bencana di Banten.
Harga pangan disejumlah pasar tradisional yang ada diwilayah Tangerang mengalami lonjakan. Hal itu lantaran dampak kekeringan akibat kemarau ekstrem.
Pantauan rri.co.id, sejumlah komoditas mengalami kenaikan, terutama kelompok cabai merah dan protein hewani. Sementara harga bawang justru mengalami tren penurunan.
Salah satu penjual beras di Pasar Anyar Kota Tangerang, Agus mengatakan beras kualitas bawah II naik 0,34 persen menjadi Rp14.600 per kilogram. "Biasanya Rp11-12 ribu per kilogram, kini menjadi Rp14.600 per kilogramnya," ujarnya.
Dia juga mengaku minyak goreng kemasan bermerek I naik 0,21 persen menjadi Rp24.350 per liter. Sedangkan minyak goreng kemasan bermerek II tetap di Rp23.450 per liter.
Salah satu pembeli di Pasar Anyar Kota Tangerang, Nuryani menuturkan, pada kelompok protein hewani, harga daging sapi kualitas I naik 0,07 persen menjadi Rp151.050 per kilogram. Selain itu, harga daging ayam ras segar naik 1,92 persen menjadi Rp39.850 per kilogram.
"Harga telur ayam ras segar naik tipis 0,17 persen menjadi Rp29.650 per kilogram. Kenaikan terutama terjadi pada kelompok cabai merah dan protein hewani, ucapnya.
|
Selanjutnya,
BMKG Siapkan Strategi Tekan Dampak Kekeringan
|
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....