Jalan Panjang Spanyol menuju Gelar Dunia Kedua
- 30 Jul 2026 13:25 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Spanyol menjadi juara Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Argentina 1-0 di laga final.
- Trofi dunia ini merupakan gelar kedua untuk Spanyol dalam 16 tahun terakhir, setelah sebelumnya juara di Afrika Selatan 2010.
- Kesuksesan tersebut dicapai melalui perjalanan panjang yang penuh dengan keraguan, ujian, dan penampilan konsisten dari tim La Roja.
Keberhasilan Spanyol menjuarai Piala Dunia 2026 tidak hanya ditentukan oleh strategi Luis de la Fuente. La Roja juga diperkuat para pemain yang mampu menjalankan perannya dengan baik sepanjang turnamen.
Salah satu sosok paling menonjol adalah Rodri di lini tengah. Gelandang Manchester City itu menjadi pusat permainan sekaligus menjaga keseimbangan tim saat menyerang maupun bertahan.
Konsistensi Rodri membuatnya dinobatkan sebagai peraih Golden Ball atau pemain terbaik Piala Dunia 2026. Penghargaan tersebut melengkapi performa impresifnya yang selalu menjadi andalan Spanyol sejak fase grup hingga final.
Rodri mengaku gelar individu itu tidak akan berarti tanpa kerja sama seluruh tim. Ia menilai keberhasilan Spanyol merupakan hasil dari pengorbanan setiap pemain di dalam skuad.
"Ini adalah penghargaan untuk seluruh tim. Kami selalu bermain sebagai satu kesatuan dan itulah yang membawa kami menjadi juara dunia," ujar Rodri, dikutip dari FIFA.

Selain Rodri, Unai Simon juga tampil konsisten di bawah mistar gawang. Ia beberapa kali melakukan penyelamatan penting dan mengakhiri turnamen dengan meraih Golden Glove sebagai penjaga gawang terbaik.
Bek muda, Pau CubarsI juga mencuri perhatian sepanjang turnamen. Pemain berusia 19 tahun itu dinobatkan sebagai Pemain Muda Terbaik Piala Dunia 2026 berkat penampilan konsisten di lini belakang Spanyol.
Di lini depan, Ferran Torres menjadi sosok yang paling dikenang. Penyerang berusia 26 tahun itu mencetak gol semata wayang pada babak tambahan saat menghadapi Argentina di final.
Ferran mengatakan gol tersebut menjadi momen paling berharga dalam kariernya. Ia menyebut keberhasilan membawa Spanyol menjadi juara dunia merupakan impian yang akhirnya terwujud.
"Sulit menggambarkan perasaan ini dengan kata-kata. Kami bekerja sangat keras untuk mencapai momen ini dan akhirnya kami berhasil," kata Ferran kepada FIFA.
Kontribusi penting juga datang dari para pemain muda seperti Lamine Yamal dan Nico Williams. Keduanya menjadi motor serangan lewat kecepatan, kreativitas, dan kemampuan membuka ruang di sisi sayap.
Perpaduan pemain berpengalaman dan generasi muda membuat permainan Spanyol semakin seimbang. Setiap pemain memahami tugasnya sehingga La Roja tidak bergantung pada satu sosok sepanjang turnamen.
Keberhasilan itu menjadi bukti bahwa gelar juara dunia bukan lahir karena aksi individu semata. Spanyol mampu mencapai puncak berkat kontribusi kolektif yang saling melengkapi di setiap lini.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....