Jalan Panjang Spanyol menuju Gelar Dunia Kedua
- 30 Jul 2026 13:25 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Spanyol menjadi juara Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Argentina 1-0 di laga final.
- Trofi dunia ini merupakan gelar kedua untuk Spanyol dalam 16 tahun terakhir, setelah sebelumnya juara di Afrika Selatan 2010.
- Kesuksesan tersebut dicapai melalui perjalanan panjang yang penuh dengan keraguan, ujian, dan penampilan konsisten dari tim La Roja.
Kesuksesan Spanyol di Piala Dunia 2026 tidak lepas dari peran Luis de la Fuente di pinggir lapangan. Pelatih berusia 65 tahun itu mampu membangun tim yang solid tanpa mengubah identitas sepak bola Spanyol.
Melansir Reuters, De la Fuente mulai membentuk fondasi tim sejak dipercaya menangani tim nasional pada 2022. Ia mempertahankan permainan berbasis penguasaan bola, tetapi memadukannya dengan transisi yang lebih cepat dan pressing yang agresif.
De la Fuente juga mengedepankan rasa kebersamaan di dalam skuad. Ia menyebut seluruh pemain, staf pelatih, hingga tim pendukung sebagai satu keluarga yang memiliki tujuan sama.

"Kami mulai menekankan satu kata yang memberi kami rasa aman, kepercayaan diri, dan kekuatan, yaitu keluarga. Kami semua adalah bagian dari keluarga itu," kata De la Fuente, dikutip dari Reuters.
Hubungan yang telah terjalin sejak level usia muda menjadi salah satu kekuatan Spanyol. Sejumlah pemain seperti Rodri, Pedri, dan Mikel Merino pernah bekerja sama dengan De la Fuente sebelum menembus tim senior.
Pendekatan tersebut membuat para pemain memahami filosofi sang pelatih dengan baik. Mereka juga mampu menjalankan peran masing-masing tanpa kehilangan karakter permainan tim.
Konsistensi itu terlihat saat Spanyol menyingkirkan Prancis pada babak semifinal. De la Fuente menegaskan keberhasilan timnya tidak datang secara kebetulan, melainkan hasil dari proses yang telah dibangun.
"Saat kami memulai perjalanan ini hampir empat tahun lalu, kami memiliki sebuah gagasan. Kami tetap setia pada gagasan itu dan itulah yang membawa kami sampai sejauh ini," ujar De la Fuente kepada FIFA.
Bek kanan Pedro Porro, yang mencetak gol saat menghadapi Prancis, juga memuji pendekatan pelatihnya. Ia menilai seluruh pemain memahami apa yang harus dilakukan sejak menit pertama pertandingan.
"Kami tahu menjaga penguasaan bola akan membawa kami lebih dekat ke final. Kami juga tahu harus mampu meredam kekuatan mereka saat melakukan serangan balik," kata Porro.
Pernyataan Porro menggambarkan bagaimana setiap pemain memahami rencana pertandingan yang telah disusun tim pelatih. Spanyol tidak hanya mengandalkan kualitas individu, tetapi juga disiplin dalam menjalankan strategi di lapangan.
Kepercayaan terhadap proses akhirnya menjadi modal terbesar La Roja sepanjang turnamen. Di tangan Luis de la Fuente, Spanyol menjelma sebagai tim yang mampu menggabungkan kualitas teknik, disiplin taktik, dan kekompakan dalam satu kesatuan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....