Jalan Panjang Spanyol menuju Gelar Dunia Kedua
- 30 Jul 2026 13:25 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Spanyol menjadi juara Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Argentina 1-0 di laga final.
- Trofi dunia ini merupakan gelar kedua untuk Spanyol dalam 16 tahun terakhir, setelah sebelumnya juara di Afrika Selatan 2010.
- Kesuksesan tersebut dicapai melalui perjalanan panjang yang penuh dengan keraguan, ujian, dan penampilan konsisten dari tim La Roja.
Setelah melewati fase grup, Spanyol mulai menunjukkan performa yang semakin meyakinkan di babak gugur. La Roja tidak hanya mengandalkan penguasaan bola, tetapi juga mampu beradaptasi dengan karakter permainan setiap lawan.
Melansir FIFA, ujian pertama datang pada perempat final saat Spanyol menghadapi Belgia. Pertandingan berlangsung ketat hingga Mikel Merino mencetak gol kemenangan pada menit ke-88 dan membawa La Roja menang 2-1.
Laga tersebut menjadi bukti bahwa Spanyol tidak selalu menang dengan mudah. Saat permainan terbuka sulit menghasilkan gol, mereka tetap mampu menjaga kesabaran hingga menemukan celah di menit-menit akhir.
Pelatih Luis de la Fuente memuji karakter yang ditunjukkan anak asuhnya sepanjang pertandingan. Menurutnya, kemenangan itu lahir dari komitmen seluruh pemain untuk terus berjuang hingga peluit panjang dibunyikan.
"Ini adalah karakter tim. Merupakan kehormatan bagi saya melatih tim yang begitu berkomitmen dan selalu ingin berkembang," ujar De la Fuente, dikutip dari FIFA.
Kemenangan atas Belgia juga memperpanjang catatan tak terkalahkan Spanyol menjadi 36 pertandingan. Rekor tersebut menyamai torehan Argentina pada periode 2019 hingga 2022.
Tantangan berikutnya datang dari Prancis pada babak semifinal. Les Bleus saat itu menjadi satu-satunya tim yang menyapu bersih seluruh pertandingan sebelum bertemu Spanyol.
Namun, La Roja justru menampilkan salah satu performa terbaiknya di turnamen tersebut. Mereka menang 2-0 dan mampu membatasi ruang gerak para pemain Prancis sepanjang pertandingan.
Melansir FIFA, De la Fuente menilai kemenangan itu menjadi bukti bahwa Spanyol tidak pernah meninggalkan identitas permainannya. Ia mengatakan filosofi yang dibangun sejak beberapa tahun terakhir menjadi kunci keberhasilan tim mencapai partai puncak.
"Ketika kami memulai perjalanan ini hampir empat tahun lalu, kami memiliki sebuah gagasan. Kami tetap setia pada gagasan itu, dan itulah yang membawa kami sampai sejauh ini," kata De la Fuente.
Pelatih berusia 65 tahun itu juga mengaku bangga dengan kerja keras seluruh pemainnya. Meski berhasil mencapai final, ia menegaskan masih ada satu langkah terakhir yang harus diselesaikan.
"Kami masih ingin terus berkembang. Masih ada satu langkah lagi yang ingin kami capai," ujar De la Fuente usai laga melawan Prancis.
Perjalanan menuju final menunjukkan bahwa Spanyol mampu memenangkan pertandingan dengan cara yang berbeda. Mereka bisa mengandalkan kesabaran saat menghadapi Belgia, lalu tampil dominan ketika bertemu Prancis.
Kemampuan beradaptasi tanpa kehilangan identitas bermain menjadi modal penting bagi La Roja. Bekal itulah yang kemudian mereka bawa saat menghadapi Argentina dalam laga penentuan gelar juara dunia.
|
Selanjutnya,
Luis de la Fuente dan Formula Juara La Roja
|
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....