Estafet Kepemimpinan BGN dan Masa Depan Program Makan Bergizi Gratis

  • 24 Jul 2026 08:47 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang mengundurkan diri karena alasan kesehatan, sementara pemerintah memastikan transisi kepemimpinan tidak mengganggu pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
  • Presiden Prabowo menunjuk Sudaryono sebagai Kepala BGN yang baru dengan mandat memperkuat tata kelola, transparansi, dan akuntabilitas pelaksanaan Program MBG.
  • DPR meminta kepemimpinan baru segera membenahi tata kelola internal BGN, menyelesaikan berbagai persoalan pelaksanaan MBG, serta memulihkan kepercayaan publik terhadap lembaga.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menegaskan pembenahan tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi prioritas utama setelah dirinya dilantik. Ia mengatakan transparansi dan akuntabilitas menjadi kunci agar program tersebut berjalan sesuai tujuan.

Sudaryono mengatakan masih terdapat sejumlah persoalan yang perlu dibenahi, mulai dari pelanggaran hingga lemahnya transparansi dalam pengelolaan program. Karena itu, ia berkomitmen melakukan pembenahan secara menyeluruh bersama seluruh jajaran BGN.

"Yang tidak transparan harus kita buat transparan, mungkin kalau masih ada yang manual, bagaimana caranya supaya tidak lagi manual. Bisa dilakukan secara digital sehingga ada rekam jejaknya," ujar Sudaryono dalam keterangan pers usai dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara Jakarta, Rabu 22 Juli 2026.

"Yang sembunyi-sembunyi tidak boleh lagi terjadi. Segalanya harus terang-benderang," katanya menegaskan.

Sudaryono menekankan Program MBG dibiayai menggunakan anggaran negara yang berasal dari rakyat. Karena itu, setiap penggunaan anggaran harus dapat dipertanggungjawabkan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Menurutnya, Program MBG tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui, dan lanjut usia. Program tersebut juga menjadi penggerak ekonomi daerah melalui penyerapan hasil pertanian, peternakan, dan perikanan.

"Program ini ibarat Pac-Man, jadi apa saja dimakan, kalau dulu ada yang membuang susu, membuang wortel, atau hasil panen lainnya. Insyaallah dengan program ini hal itu tidak akan terjadi lagi, tinggal urusan distribusi yang kita perhatikan," ujarnya.

Sudaryono mengatakan tantangan ke depan adalah memastikan distribusi pangan berjalan lebih baik. Tujuannya agar seluruh hasil produksi petani, peternak, dan nelayan dapat terserap secara optimal.

Ia menegaskan seluruh pembenahan tata kelola akan dilakukan melalui mekanisme yang terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan. Pengelolaan Program MBG harus dijalankan secara profesional agar kepercayaan masyarakat terhadap program pemerintah terus terjaga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....