Pariwisata Indonesia Tumbuh, Kualitas Jadi Kunci Keberhasilan

  • 18 Jul 2026 15:43 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Sektor pariwisata Indonesia mencapai pertumbuhan positif pada semester pertama tahun 2026, memperkuat posisinya sebagai sektor unggulan ekonomi nasional.
  • Peningkatan kunjungan wisatawan dan berbagai kegiatan pariwisata mencerminkan daya saing dan ketahanan sektor menghadapi dinamika global.
  • Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menekankan bahwa pariwisata diharapkan memberikan kontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional ke depan.

Pengamat Pariwisata Azril Azhari mengatakan Indonesia mengalami kemajuan, namun negara-negara ASEAN lain berkembang lebih cepat sehingga hasilnya perlu dibandingkan secara objektif. Ia menegaskan penilaian kemajuan pariwisata tidak boleh hanya didasarkan pada jumlah wisatawan maupun besaran devisa yang dihasilkan.

Menurut Azril, lama tinggal wisatawan, besaran pengeluaran, serta kontribusi sektor pariwisata terhadap produk domestik bruto juga harus menjadi indikator penilaian. Ia menambahkan penyerapan tenaga kerja baru perlu diperhitungkan untuk melihat kontribusi pariwisata terhadap perekonomian nasional.

“Jangan hanya dengan jumlah wisatawan saja, jangan hanya dengan devisa saja, jadi banyak yang lain. Misalnya lama tinggal, lama tinggal itu berapa sih sebenarnya, kemudian jumlah yang dibayarkan,” katanya kepada RRI Pro3 di Jakarta, Kamis 16 Juli 2026.

Azril menilai Indonesia memiliki banyak destinasi unggulan yang berpotensi memberikan dampak ekonomi lebih luas kepada masyarakat di berbagai daerah. Karena itu, pemerintah perlu mengevaluasi lima destinasi prioritas serta sepuluh destinasi super prioritas secara menyeluruh berdasarkan data.

Ia juga menyebut Indonesia mempunyai potensi besar pada wisata minat khusus, termasuk wellness tourism, wisata kesehatan, dan wisata lanjut usia. Menurutnya, tren pariwisata dunia telah bergeser menuju customized tourism sehingga pengembangannya perlu menjadi perhatian pemerintah.

Selain itu, Azril menegaskan pengembangan pariwisata harus didukung aspek keselamatan, keamanan, mitigasi, serta pendekatan ilmiah berbasis data yang komprehensif. Ia menilai evaluasi menyeluruh diperlukan agar kemajuan pariwisata Indonesia dapat diukur secara objektif dan dibandingkan dengan negara lain.

Pandangan tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan pariwisata perlu diikuti peningkatan kualitas agar manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih luas. Perspektif serupa juga disampaikan pelaku industri perjalanan yang melihat tantangan dan peluang dari sisi operasional sektor pariwisata.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....