Pariwisata Indonesia Tumbuh, Kualitas Jadi Kunci Keberhasilan
- 18 Jul 2026 15:43 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Sektor pariwisata Indonesia mencapai pertumbuhan positif pada semester pertama tahun 2026, memperkuat posisinya sebagai sektor unggulan ekonomi nasional.
- Peningkatan kunjungan wisatawan dan berbagai kegiatan pariwisata mencerminkan daya saing dan ketahanan sektor menghadapi dinamika global.
- Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menekankan bahwa pariwisata diharapkan memberikan kontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional ke depan.
Juru Bicara Kementerian Pariwisata Mochamad Achir menyatakan kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia terus menunjukkan tren positif berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik. Pada Mei 2026, jumlah wisatawan mancanegara meningkat 5,83 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
“Data terkini di bulan Mei 2026 ini meningkat 5,83% dibandingkan dengan bulan yang sama di tahun kemarin. Dan sekarang jumlahnya adalah lebih 1,38 juta pengunjung wisatawan mancanegara,” ujarnya kepada RRI Pro3 di Jakarta, Kamis 16 Juli 2026.
Achir mengatakan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara pada Mei 2026 telah mencapai lebih dari 1,38 juta pengunjung. Secara kumulatif, kunjungan wisatawan mancanegara periode Januari hingga Mei 2026 meningkat 7,68 persen menjadi 6,07 juta.
Menurutnya, peningkatan tersebut menjadi dorongan untuk membangun destinasi pariwisata yang tersebar di seluruh Indonesia lebih menarik. Kementerian Pariwisata juga menjalankan Gerakan Wisata Bersih sebagai program unggulan guna memperbaiki kualitas destinasi wisata nasional.
Program tersebut menyentuh amenitas, kebersihan kawasan, serta kebersihan toilet sebagai dasar pembenahan sektor pariwisata secara menyeluruh. Achir mengatakan langkah cepat itu dilakukan melalui koordinasi bersama kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah di seluruh Indonesia.
Ia menegaskan Kementerian Pariwisata terus mendorong, memantau, serta menjaga agar tren pertumbuhan sektor pariwisata tetap positif. Menurutnya, pengelolaan pariwisata setelah otonomi daerah memberikan peran besar kepada pemerintah daerah tingkat kabupaten dan kota.
“Kami di Kementerian Pariwisata kemudian terus mendorong, tetap memantau, dan juga menjaga. Agar tren pertumbuhan ini menjadi selalu positif,” ucap Achir.
Achir mengatakan Kementerian Pariwisata segera melakukan pivot strategy dengan beralih menuju pasar short haul dan medium haul. Menurutnya, sebelum dinamika geopolitik global, Malaysia masih menjadi salah satu dari tiga negara penyumbang wisatawan asing terbesar ke Indonesia.
“Melakukan segera ‘pivot strategy’ atau mengalihkan strategi, dengan cara dari long haul terganggu. Kita segera beralih kepada pasar yang sifatnya short haul dan medium haul, secara dekat dan menengah,” katanya.
Ia mengatakan meningkatnya kunjungan wisatawan Malaysia dipengaruhi munculnya daya tarik baru seperti PIK dan kereta cepat. Menurutnya, kondisi tersebut membuat angka pertumbuhan wisatawan mancanegara tetap meningkat meski situasi geopolitik global masih dinamis.
Meski strategi tersebut mampu menjaga pertumbuhan kunjungan wisatawan, keberhasilan sektor pariwisata tidak hanya diukur dari peningkatan jumlah pengunjung. Penilaian yang lebih menyeluruh mengenai kualitas pertumbuhan itu kemudian menjadi perhatian kalangan akademisi dan pengamat pariwisata.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....