Menanti Manfaat Investasi PSN LNG Abadi Masela di Maluku

  • 17 Jul 2026 15:03 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • GROUNDBREAKING Proyek Strategis Nasional (PSN) Liquefied Natural Gas (LNG atau Gas Alam Cair) Abadi Masela, di Kepulauan Tanimbar, Maluku, disorot masyarakat Indonesia.
  • Kini, masyarakat Indonesia menanti-nantikan, manfaat investasi PSN LNG Abadi Masela itu benar-benar dapat membuka puluhan ribu lowongan kerja. Mengingat, proyek tersebut dirancang memproduksi LNG sebesar 9,5 juta ton per tahun.
  • Ekonomi harus untuk rakyat, bukan rakyat untuk ekonomi. Semua ini milik rakyat, tanggung jawab kita adalah menjamin bahwa rakyat merasakan
  • Ini dalam rangka meningkatkan lifting kita, saya pikir ini nanti gasnya yang sudah kita lakukan. 60 persen minimal untuk memenuhi kebutuhan domestik, 40 persen maksimal untuk kita melakukan ekspor,
  • Indonesia memiliki potensi sumber daya alam yang luar biasa, tantangannya bukan lagi sekadar memiliki cadangan energi. Tetapi bagaimana mengelolanya secara profesional, transparan, berkelanjutan, dan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat

Presiden Prabowo Subianto meyakini Proyek LNG Abadi Masela akan menjadi penggerak kemajuan ekonomi kawasan Indonesia Timur. Selain memperkuat ketahanan energi, proyek tersebut diharapkan membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

"Saya yakin proyek ini nanti akan menjadi pendorong bagi kemajuan Indonesia, khususnya Indonesia Timur. Ini juga memperkuat kemandirian energi nasional Indonesia dan juga tonggak yang penting bagi kesejahteraan rakyat Indonesia," kata Presiden.

Presiden mengatakan, Indonesia memiliki cadangan energi yang besar, termasuk di wilayah Maluku dan Kepulauan Tanimbar. Potensi tersebut harus dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Proyek LNG Abadi Masela, bagi Presiden memiliki arti strategis, karena akan mendukung agenda hilirisasi dan industrialisasi nasional. Ketersediaan energi yang memadai menjadi faktor penting untuk mendorong pertumbuhan industri dan menciptakan nilai tambah di dalam negeri.

"Kita perlu energi ini untuk melaksanakan transformasi bangsa, kita ingin menjadi negara yang modern. Kita ingin menjadi bangsa yang produktif, kita ingin menjadi bangsa yang menghasilkan produk-produk industri," ucap Presiden.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....