B50 Diluncurkan, Seberapa Dekat Indonesia dengan Swasembada Energi?
- 11 Jul 2026 22:06 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Peluncuran Biodiesel B50 menandai tonggak baru perjalanan Indonesia menuju kemandirian energi dengan mengakhiri ketergantungan impor solar dan menjadikan Indonesia negara pertama di dunia yang menerapkan mandatori B50.
- Perjalanan panjang biodiesel Indonesia dari B2,5 pada 2008 hingga B50 pada 2026 menunjukkan konsistensi kebijakan lintas pemerintahan dalam membangun ketahanan dan kedaulatan energi nasional.
- Di tengah gejolak geopolitik dan ketidakpastian harga minyak dunia, B50 diposisikan pemerintah sebagai instrumen strategis untuk memperkuat ekonomi nasional, menghemat devisa, dan mempercepat swasembada energi.
PRESIDEN Prabowo Subianto resmi meluncurkan Program Mandatori Biodiesel B50 di Rest Area KM 57 Tol Jakarta-Cikampek, Karawang Jawa Barat, Kamis 9 Juli 2026. Peluncuran tersebut menjadi tonggak baru perjalanan panjang Indonesia menuju kemandirian energi nasional.
Presiden menegaskan Indonesia menjadi negara pertama di dunia yang menerapkan mandatori biodiesel B50. Kebijakan tersebut mewajibkan penggunaan bahan bakar diesel dengan campuran 50 persen biodiesel berbasis minyak sawit dan 50 persen solar.
Sebelum acara utama dimulai, Presiden meninjau Walk-in Gallery yang menampilkan perjalanan pengembangan biodiesel nasional. Berbagai informasi mengenai proses produksi, manfaat ekonomi, hingga dampak lingkungan program B50 dipaparkan dalam galeri tersebut.
Dalam sambutannya, Presiden menyebut peluncuran B50 bukan sekadar pencapaian teknologi energi nasional. Menurutnya, program tersebut menjadi bukti kemampuan Indonesia mengelola sumber daya alam sendiri untuk kepentingan rakyat.
“Dengan diluncurkan program ini, Indonesia resmi menjadi negara pertama di dunia yang menerapkan mandatori biodiesel B50. Ini bukan sekedar pencapaian teknologi, ini adalah bukti bahwa Indonesia mampu memanfaatkan kekayaan alamnya sendiri untuk kepentingan rakyatnya sendiri. Ini adalah tonggak yang sangat penting dalam perjalanan menuju kemandirian energi,” ujar Presiden.
Presiden kemudian didampingi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Kemudian Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, serta Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri untuk meresmikan program tersebut.
“Bismillahirrahmanirrahim, pada siang hari ini, Kamis 9 Juli 2026, dengan rahmat Tuhan Yang Maha Besar. Saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, dengan ini secara resmi saya luncurkan Biodiesel B50,” ucap Presiden.
Peluncuran itu menandai dimulainya babak baru kebijakan energi nasional. Namun, perjalanan menuju B50 sesungguhnya telah dimulai hampir dua dekade lalu dan melewati berbagai tahapan panjang sebelum akhirnya mencapai titik sekarang.
|
Selanjutnya,
Mengapa Indonesia Membutuhkan Biodiesel?
|
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....