Menjadikan Aspirasi Anak Sebagai Dasar Kebijakan Perlindungan Inklusif
- 17 Jul 2026 05:50 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- KemenPPPA menegaskan aspirasi anak harus menjadi dasar penyusunan kebijakan perlindungan inklusif yang berkelanjutan dan responsif terhadap kebutuhan sebenarnya.
- Pemerintah menetapkan Juli 2026 sebagai Bulan BERLIAN (Bersama Lindungi Anak) dan meluncurkan Gerakan Nasional RANA yang fokus membangun empat ruang aman di keluarga, sekolah, ruang publik, dan digital.
- Tantangan perlindungan anak semakin kompleks dengan meningkatnya ancaman melalui ruang digital, memerlukan literasi digital dan kemampuan anak melindungi diri serta kolaborasi lintas sektor masyarakat.
- Forum Anak Nasional menghimpun ribuan aspirasi anak dari berbagai daerah dalam Suara Anak Indonesia 2026 untuk memastikan kebijakan pemerintah benar-benar lahir dari pengalaman nyata anak yang beragam.
Semangat tersebut diperkuat melalui rangkaian Hari Anak Nasional yang telah dimulai sejak pertengahan Juni 2026. Pemerintah menetapkan Juli sebagai Bulan BERLIAN (Bersama Lindungi Anak) agar seluruh pemangku kepentingan memusatkan perhatian pada perlindungan anak.
Asisten Deputi Penyediaan Layanan Anak yang Memerlukan Perlindungan Khusus (PLAMPK) KemenPPPA, Ciput Eka Purwianti, mengatakan perlindungan anak tidak cukup dilakukan melalui program pemerintah semata. Seluruh masyarakat perlu mengalokasikan waktu, tenaga, dan sumber daya untuk memastikan anak tumbuh dalam lingkungan yang aman.
“Mari bersama mewakafkan waktu, tenaga, dan sumber daya untuk memperkuat perlindungan anak sepanjang Bulan BERLIAN. Upaya itu membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat demi menciptakan lingkungan yang aman bagi setiap anak,” ucap Ciput.
Menurutnya, peringatan Hari Anak Nasional tahun ini juga menjadi momentum memperkuat implementasi Gerakan Nasional Ruang Aman dan Nyaman bagi Anak (Gernas RANA). Momentum tersebut telah diluncurkan oleh Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK).
Gerakan Nasional RANA berfokus membangun empat ruang aman bagi anak, mencakup keluarga, sekolah, ruang publik, dan digital. Empat ruang tersebut diharapkan mendukung tumbuh kembang anak sekaligus mencegah kekerasan, eksploitasi, diskriminasi, dan penelantaran.
|
Selanjutnya,
Tantangan Anak Kini Tidak Lagi Hanya di Dunia Nyata
|
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....