Sensus Ekonomi 2026, Momentum Bangun Kepercayaan Publik
- 02 Jul 2026 19:28 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Sejak pertengahan bulan Juni 2026, petugas lapangan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) mulai menjalankan tugasnya. Mereka mendatangi rumah-rumah warga untuk mengumpulkan data aktivitas ekonomi masyarakat Indonesia
- Media sosial menjadi medium yang paling mudah untuk memantau perbincangan warganet terkait sensus ekonomi 2026. Setidaknya untuk mengetahui apa sebenarnya yang menjadi keberatan dan kekhawatiran masyarakat terhadap pelaksaan sensus ekonomi
- Pelaksanaan SE2026 yang penuh dinamika di masyarakat, menunjukkan ada yang perlu dibenahi untuk membangun kepercayaan publik. Setidaknya kepercayaan pada institusi Badan Pusat Statistik sebagai lembaga yang menerbitkan data-data resmi

Informasi yang dihimpun dari media resmi BPS menyebutkan, Sensus Ekonomi merupakan agenda rutin BPS. Sensus Ekonomi dilaksanakan setiap 10 tahun sekali.
Sensus ini mendata semua sektor dan skala usaha secara menyeluruh, termasuk sektor ekonomi digital. Data yang dihasilkan dari sensus di lapangan, akan diolah menjadi data statistik untuk kepentingan publik.
Artinya daya yang dipublikasikan adalah gambar secara umum aktivitas perekonomian di masyarakat. Seperti jumlah usaha yang ada di setiap wilayah, karakteristik usaha yang trend, dan sebaran sektor usaha di Indonesia.
BPS berkomitmen untuk menjaga kerahasiaan data responden. Data yang dikumpulkan BPS dalam SE2026 dilindungi kerahasiaannya oleh Undang-Undang Statistik Nomor16 Tahun 1997.
Dalam pelaksanaan SE2026, BPS menyerahkan petugas sensus yang turun ke lapangan untuk mendata dari rumah ke rumah. Para petugas ini sudah menjalani pelatihan dan menerapkan standar kerja yang sama di seluruh Indonesia.
Para petugas SE2026 melakukan pendataan sesuai prosedur dan metodologi. Mereka juga dilative untuk fokus pada kualitas data.
Pelaksanaan sensus dilakukan dalam dua cara, yakni Pengisian kuesioner SE2026 secara daring, dilaksanakan tanggal 1 Mei – 31 Juli 2026. Selain itu, pendataan lapangan door to door) mulai 15 Juni -31 Agustus 2026.
SE2026 mengedepankan tema “Mencatat Ekonomi Indonesia”. Data yang akan dihasilkan adalah Peta Ekonomi Indonesia, Analisis Sektoral dan tinjauan analisis lainnya seperti ekonomi lingkungan dan ekonomi digital.
Hasil pengolahan data dapat digunakan untuk guna memetakan peluang dan tantangan bisnis. Selain itu, dapat menjadi dasar perencanaan dan pengambil keputusan strategis oleh pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....