Di Balik Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi dan Taruhan Ketahanan Energi Nasional
- 20 Jun 2026 00:36 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kenaikan harga BBM nonsubsidi menunjukkan bahwa dinamika energi global, mulai dari harga minyak dunia hingga konflik geopolitik, dapat berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat Indonesia.
- Pemerintah mempertahankan harga BBM subsidi untuk menjaga daya beli masyarakat, namun kenaikan Pertamax tetap memunculkan kekhawatiran terhadap tekanan ekonomi terutama bagi kelompok kelas menengah.
- Di tengah gejolak harga energi, pemerintah mulai menyiapkan strategi jangka panjang melalui implementasi B50 sebagai langkah menuju kemandirian dan ketahanan energi nasional.
Di tengah gejolak harga energi global, pemerintah juga mulai menyiapkan strategi jangka panjang. Mulai 1 Juli 2026, pemerintah akan menerapkan biodiesel B50 secara nasional.
B50 merupakan campuran 50 persen biodiesel berbasis minyak sawit dan 50 persen solar. Program ini diproyeksikan menghemat devisa hingga Rp157,28 triliun.
Selain itu, implementasi B50 diperkirakan meningkatkan nilai tambah industri sawit sebesar Rp24,68 triliun. Menyerap sekitar 2,21 juta tenaga kerja, serta menurunkan emisi gas rumah kaca.
Pemerintah berharap langkah ini dapat mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor energi. Sebab selama kebutuhan energi nasional masih sangat bergantung pada minyak mentah impor, dinamika global akan terus berpengaruh terhadap harga energi di dalam negeri.
|
Selanjutnya,
Energi Bukan Soal Angka dan Komoditas Perdagangan
|
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....