Ketika Rupiah Melemah, Indonesia jadi Magnet Wisatawan Asing
- 04 Jun 2026 13:55 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pelemahan rupiah membuat biaya berwisata di Indonesia lebih murah sehingga meningkatkan daya tarik Indonesia bagi wisatawan mancanegara
- Data BPS mencatat kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 1,25 juta pada April 2026 atau naik 14,75 persen secara bulanan dan 7,22 persen secara tahunan
- Meningkatnya kunjungan wisman memberikan peluang bagi sektor pariwisata, hotel, restoran, dan UMKM, namun tetap dibayangi tantangan kenaikan biaya operasional akibat pelemahan rupiah
Ketua Umum Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Siti Chotijah mengatakan pelemahan rupiah menjadi fenomena menarik bagi sektor pariwisata nasional. Menurutnya, kondisi tersebut justru dapat mendorong pertumbuhan jumlah wisatawan asing.
"Ini memang satu fenomena yang menarik ya saat rupiah melemah, tetapi justru dari sisi wisatawannya bisa bertumbuh bahkan meningkat begitu. Kalau kita lihat fenomena ini tentu harus melihat dari berbagai perspektif ya," ujar Siti Chotijah yang akrab disapa Jhe.
Ia menilai wisatawan asal Malaysia, Australia, serta sejumlah negara Asia Tenggara menjadi pasar potensial. Nilai tukar yang lebih menguntungkan membuat mereka memiliki daya beli lebih besar selama berada di Indonesia.
Jhe mencontohkan pengalaman wisatawan Malaysia yang sempat menjadi perhatian publik. Wisatawan tersebut mengaku memperoleh banyak barang dengan nilai belanja yang sama.
"Kemarin juga yang sempat viral itu kan ada satu wawancara dengan salah satu wisatawan Malaysia yang berbelanja di Indonesia. Bahkan wisatawan itu merasa sangat kegirangan karena dengan uang Rp1 juta itu bisa mendapatkan banyak sekali barang begitu," kata Jhe.
Menurutnya, kondisi tersebut dapat menjadi peluang untuk meningkatkan kunjungan wisatawan asing. Namun, peningkatan jumlah wisatawan tetap harus diimbangi kesiapan destinasi wisata nasional.
"Nah ini kan menjadi satu peluang di satu sisi begitu. Sehingga wisatawan mancanegara kita bisa bertumbuh secara signifikan," ucapnya.
Salah satu daerah yang paling berpotensi menikmati peningkatan kunjungan wisatawan asing adalah Bali. Destinasi tersebut masih menjadi pintu masuk utama wisatawan mancanegara ke Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....