Peringatan Hari Nakba, Nestapa Rakyat Palestina di bawah Penjajahan Zionis Israel
- 16 Mei 2026 22:26 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Peringatan Hari Nakba tahun ini mengingatkan kembali masyarakat dunia, bahwa di era modern ini masih ada penjajahan di muka bumi.
- Nakba adalah kata dari bahasa Arab yang berarti ‘bencana’ atau ‘malapetaka’ berupa pengusiran paksa warga Palestina oleh entitas zionis Israel di tahun 1948.
- Dalam peringatan 78 tahun Nakba, Indonesia menegaskan dukungannya terhadap perjuangan rakyat Palestina.

Dari berbagai literasi,Nakba adalah kata dari bahasa Arab yang berarti ‘bencana’ atau ‘malapetaka’. Berawal dari berakhirnya mandat negara Inggris atas Palestina.
Tokoh zionis, David Ben Gurion secara sepihak, lalu mendeklarasikan “negara Israel” pada 14 Mei 1948. Sejak hari itu, tentara dan pemukim dari kaum zionis, melakukan pengusiran paksa terhadap warga Palestina.
Terutama warga Pelestina yang tinggal di Al-Quds (Yerusalem). Karena pendudukan zionis Israel ingin menjadi Yerusalem, utamanya Yerusalem Timur, sebagai ibukota “negara Israel”.
Lebih dari 750 ribu warga Palestina saat itu, terpaksa meninggalkan rumah mereka, tanpa membawa harta bendanya. Diantara warga Palestina yang terusir, membawa kunci rumah mereka.
Kunci rumah itu yang diwariskan turun-temurun, dengan harapan suatu saat mereka bisa kembali ke rumah mereka. Kunci rumah warga Palestina, hingga saat ini menjadi simbol perjuangan rakyat Palestina dan simbol peringatan Hari Nakba.
Tindakan pengusiran besar-besaran terhadap warga Palestina di tahun 1948 oleh kaum zionis Israel, membuat murka negara-negara Arab. Pecahlah perang Arab–Israel di tahun yang sama.
Koalisi negera-negara Arab terdiri dari Mesir, Yordania, Suriah, Lebanon dan Irak, awalnya berhasil menggempur wilayah yang dikuasasi entitas Israel. Tapi perang yang berlangsung hampir satu tahun ini diakhiri dengan kesepakatan gencatan senjata di bawah mediasi PBB.
PBB, alih-alih menghentikan penjajahan entitas Israel, malah memberikan entitas Israel mencaplok 50 persen wilayah Arab di Palestina. Warga Paletina harus menerima kenyataan pahit menjadi pengungsi di negeri sendiri, hingga saat ini.
Entitas pendudukan zioni Israel seiring berjalannya waktu, terus memperluas wilayahnya di Tepi Barat. Entitas zionis juga menerapkan kebijakan yang rasis terhadap warga Palestina, bahkan membangun tembok pemisah di Tepi Barat.
Sejak tragedi Nakba 1948, kehidupan rakyat Palestina di bawah penjajahan zionis Israel, adalah hari-hari yang penuh penderitaan. Tentara zionis sering melakukan penangkapan terhadap warga Palestina, baik anak-anak maupun perempuan tanpa alasan yang jelas.
Entitas zionis Israel bahkan membatasi warga muslim Palestina untuk beribadah di Masjid Aqsa. Tak terkecuali umat Kristiani di Palestina, juga kerap dilarang melaksanakan perayaan agamanya.
Tak ada hari tanpa penindasan yang dilakukan tentara maupun pemukin zioni Israel terhadap warga Palestina. Kejahatan kemanusiaan yang dilakukan entitas zionis Israel sudah tak terhitung banyaknya selama puluhan tahun, tapi tak pernah tersebntuh hukum internasional.
Kejahatan yang paling nyata adalah kejahatan yang dilakukan zionis Israel di Jalur Gaza. Mereka menghancurkan hampir seluruh wilayah Gaza dan melakukan pembersihan etnis Palestina dengan brutal.
Apa yang dilakukan entitas zionis Israel di Gaza bahkan sudah dikatagorikan kejahatan perang. Kejahatan perang yang dilakukan untuk memperluas wilayah jajahan zionis Israel hingga ke Jalur Gaza, bahkan ke negara tetangga, Lebanon.
Selama puluhan tahun, rakyat Palestina di Tepi Barat hingga Gaza terus melakukan perlawanan. Perlawanan mulai dari Intifada 1, intifada 2, dan perlawanan bergerilya yang dilakukan oleh kelompok-kelompok pejuang Palestina.
Selama puluhan tahun pula, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) gagal membantu terciptanya perdamaian di Palestina. Karena ulah negara-negara yang punya hak veto di PBB adalah negara-negara yang pro zionis Israel.
Dengan hak vetonya, negara-negara itu selalu menganulir setiap resolusi yang mendukung Palestina dan mengecam zionis Israel. Mereka tutup mata atas penjajahan dan penindasan yang dilakukan zionis Israel di Palestina.
|
Selanjutnya,
Dukungan Komunitas Internasional terhadap Palestina
|
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....