Reksa Dana, Peluang Cuan untuk Investor Pemula

  • 23 Apr 2026 22:33 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Reksa Dana menjadi instrumen investasi di pasar modal yang paling diminati. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) jumlah investor reksa dana saat ini sebanyak 23,5 juta investor
  • Reksa dana didefinisikan sebagai wadah untuk menghimpun dana masyarakat (investor) yang dikelola oleh manajer investasi. Dana itu kemudian diinvestasikan lagi ke portofolio lainnya seperti saham, obligasi atau ke pasar uang
  • OJK meluncurkan Program “Pintar Reksa Dana”.  Program tersebut merupakan program Nasional Investasi Terencana dan  Berkala sebagai solusi perencaan keuangan bagi masyarakat dan kampanye #ReksaDanaAja

REKSA Dana menjadi instrumen investasi di pasar modal yang paling diminati. Berdasarkan Single Investor Identification (SID), total jumlah investor pasar modal hingga Maret 2026 mencapai 24,74 juta investor.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dari jumlah itu sebanyak 23,5 juta diantaranya adalah investor reksa dana. Pertumbuhannya sekitar 8,14 persen dibandingkan akhir tahun 2025 yang jumlah sekitar 19,2 juta investor.

Yang menarik, mayoritas investor reksa dana adalah kalangan generasi muda, dengan usia di bawah 30 tahun. Jumlah meliputi 54,24 persen dari total investor reksa dana.

Kondisi ini menunjukkan semakin meningkatnya kesadaran generasi muda untuk mulai berinvestasi, khususnya di pasar modal. Reksa dana menjadi pilihan karena instrumen ini disebut-sebut sebagai instrumen investasi yang cocok untuk investor pemula.

Dibandingkan instrumen investasi lainnya, reksa dana memiliki keunggulan. Antara lain prosesnya mudah, aman dan likuid, serta tidak dikenakan pajak.

“Kami menyebutnya, investasi ‘setenang itu’. Karena investasi di reksa dana mudah dan terjangkau,” kata Ketua Presidium Asosiasi Pelaku Reksa Dana dan Investasi Indonesia (APRDI), Lolita Lilana, dalam kegiatan sosialisasi dan edukasi (SOSEDU APRDI 2026) untuk jurnalis pasar modal di Jakarta, Senin 20 April 2026.

Benarkah klaim tersebut dan apa saja yang mesti diperhatikan sebelum berinvestasi di reksa dana? Biar bagaimanapun, investasi pasti mengandung berisiko, tetap risiko itu bisa minimalisir dengan pemahaman dan mitigasi yang tepat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....