Harga Plastik Melonjak, Tekan Usaha dan Dorong Transisi Kemasan

  • 19 Apr 2026 15:28 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Harga plastik di Indonesia naik signifikan hingga 80 persen pada April 2026 akibat gangguan pasokan global
  • Ketergantungan bahan baku impor yang tinggi memperparah krisis pasokan dan tekanan biaya produksi industri
  • Pelaku UMKM mengalami guncangan dan menaikkan harga produk sekitar 5 hingga 10 persen
  • Pemerintah dan DPR mendorong penggunaan kemasan ramah lingkungan sebagai alternatif pengganti plastik

Ketua DPR RI Puan Maharani menilai kenaikan harga plastik sebagai peluang untuk mendorong perubahan penggunaan kemasan. Ia mendorong masyarakat menggunakan kembali bahan kemasan tradisional yang ramah lingkungan.

Puan menilai beban ekologi penggunaan plastik sangat tinggi meski bahan tersebut memberikan kesan praktis setiap hari. Menurutnya, lonjakan harga plastik saat ini merupakan waktu yang tepat untuk memulai transisi menuju ekonomi hijau nasional.

“Meskipun plastik dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari karena kepraktisannya, kita ketahui bersama beban ekologinya sangat tinggi. Maka kenaikan harga plastik bisa menjadi momentum untuk kita beralih ke ekonomi hijau,” kata Puan di Jakarta, Rabu 15 Apriil 2026.

Puan menyarankan penggunaan bahan alami seperti daun sebagai alternatif kemasan yang lebih terjangkau. Menurutnya, cara tersebut dapat membantu pelaku usaha mengurangi tekanan biaya akibat kenaikan harga plastik.

Ketua DPR RI tersebut menyarankan pedagang untuk memanfaatkan model kearifan lokal sekarang. Ia mengusulkan penggunaan daun sebagai alternatif utama pembungkus pangan karena harganya jauh lebih terjangkau bagi pelaku usaha.

“Di pendahulu kita dulu, penggunaan kemasan dari bahan alami seperti daun menjadi alternatif utama. Pedagang makanan atau pangan bisa kembali memanfaatkan kemasan ramah lingkungan seperti itu,” ucap Puan.

Penggunaan daun jati atau daun pisang terbukti efektif dalam menjaga kesegaran serta aroma harum pada makanan. Pemakaian bahan organik dapat meningkatkan nilai jual produk karena memberikan kesan unik dan menarik bagi konsumen.

Sementara, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung juga mendorong masyarakat melakukan inovasi untuk mengurangi ketergantungan pada plastik. “Harus ada substitusinya,” kata Pramono.

Ia mengajak masyarakat kembali menggunakan metode pembungkus tradisional seperti daun pisang dalam aktivitas sehari-hari. Menurutnya, kondisi ini dapat menjadi momentum penting untuk mengubah pola konsumsi masyarakat.

Namun, perubahan tersebut dinilai tidak cukup jika hanya mengandalkan kesadaran masyarakat dalam penggunaan kemasan alternatif. Dukungan kebijakan dan sistem yang terarah diperlukan agar proses transisi ini dapat berjalan secara berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....