Cuaca Ekstrem Picu Bandara Soetta dan Tangerang Semrawut

  • 07 Apr 2026 21:49 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • BMKG memprediksi cuaca ektrem masih berpotensi diwikayah Tangerang dan Banten hingga 13 April 2026 mendatang
  • Wilayah Tangerang dikepung banjir hingga aktivitas warga lumpuh total serta terjadi kemacetan panjang
  • Atap Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta ambrol serta sejumlah penerbangan terganggu

Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang, Mahdiar mengatakan kemacetan mengular disejumlah titik di Kota Tangerang. Hal itu lantaran kendaraan menghindari banjir yang melanda di Kecamatan Cibodas, Jatiuwung dan Cipondoh.

"Di Kecamatan Cibodas berada di Jalan Gatot Subroto tepatnya kolong flyover, dimaa Kali Sabi meluap. Alhasil, akses menuju Merak-Jakarta terputus sehingga terjadi kemacetan panjang," ujarnya.

Mahdiar membeberkan pemicu banjir yang melanda wilayahnya selain cuaca ekstrem akibat aliran debit air dari wilayah Tangerang Selatan (Tangsel) dan Kabupaten Tangerang. Akibatnya, daerah aliran sungai (DAS) Kali Angke dan Kalo Sabi menjadi meluap yang berdampak langsung pada pemukiman di Kota Tangerang.

Hal tersebut menjadi alasan fokus utama penanganan utama pada kawasan Bendungan Polor yang mengalami hambatan aliran cukup serius. Mahdiar mengonfirmasi bila posisi Bendungan Polor menjadi titik paling rawan karena menerima tumpukan material hanyut.

"Air dari Tangsel dan Kabupaten Tangerang, terutama di DAS Kali Angke. Maka yang paling terdampak terutama wilayah di area Bendungan Polor," ucap Mahdiar.

Masalah teknis dilapangan menunjukkan konstruksi jembatan dan perilaku membuang sampah sembarangan menjadi faktor pengali ketinggian air. Hal ini menyebabkan wilayah disekitar kaki jembatan terendam lebih cepat dibandingkan area lainnya.

Meski wilayah seperti Duren Villa dan Ciledug Indah sempat tergenang 25-40 sentimeter, kondisi di Bendungan Polor jauh lebih mengkhawatirkan. Sebab dengan ketinggian air yang sempat menyentuh angka 1,20 meter.

"Ya, terakhir kemarin itu di sore hari itu masih 1,20 meter. Hari ini memang Polornya juga masih cukup tinggi namun mungkin kisarannya lebih rendah dari sore hari kemarin," katanya.

⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠[start_page_break,title="Kabupaten Tangerang Banjir, Aktivitas 1.675 Jiwa Lunpuh Total"][/end_page_break]

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tangerang, Ahmad Taufik menuturkan bila 512 kepala keluarga (KK) dengan total 1.675 warga Tigaraksa, Kabupaten Tangerang terdampak banjir. BPBD setempat terpaksa mengevakuasi korban melalui atap rumah dan aktivitas wargapun lumpuh total.

Dia mengatakan anggota Pos Balaraja menerima laporan dari Pushdalop adanya warga terjebak banjir didalam gudang. Lokasi berada di Kampung Cogrek, PT Citra Prima Indokencana, Tigaraksa.

"Kami langsung melakukan langkah evakuasi para warga terdampak banjir. Evakuasinya melalui atap, karena ketinggian air hampir mencapai atap," ujarnya.

Camat Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Cucu Abdul Rosied mengaku banjir akibat cuaca ekstrem hingga sungai-sungai diwilayah tersebut meluap. "Selama dua hari ini yang memang kita sangat rasakan, baik di hari Minggu maupun hari Senin, ada 512 KK dengan jumlah1.675 jiwa," ucapnya.

Cucu menjelaskan dari total 1.675 jiwa yang terkena dampak banjir berada di tujuh desa/kelurahan. Mulai Desa Margasari, Kelurahan Kadu Agung, Desa Matagara, Desa Pasir Nangka, Desa Pasir Bolang, Desa Cisereh dan Desa Pematang.

Dimana, lanjutnya, dari ke tujuh desa ini secara umum terdampak akibat luapan sungai yang mengelilingi kawasan desa tersebut. "Luapan Sungai Cimanceuri, Cipayaeun dan anak Sungai Ciranjeuen yang mengakibatkan tujuh desa di delapan titik terdampak," ujarnya.

Menurutnya, sebagian wilayah desa yang terdampak banjir mencapai 1,5 meter. "Rata-rata ketinggian air terpantau sampai hari ini antara 40 sentimeter, 80 sentimeter hingga 1,5 meter," ucapnya.

Dia juga menambahkan, selain permukiman warga, banjir juga telah berdampak dengan menutup terhadap akses jalan umum disejumlah titik lokasi. "Akses yang terputus itu ada di kawasan industri seperti di kawasan Olek yang kerap dilintasi kendaraan bertonase besar," kata Cucu.

Dalam hal ini, kata Cucu, pemerintah daerah khususnya Kecamatan Tigaraksa tengah berkoordinasi dengan beberapa instansi terkait untuk melaporkan situasi kebencanaan yang melanda daerahnya. Terlebih, dalam pelaporan penanganan sejumlah titik tanggul sungai yang mengalami jebol akibat luapan sungai, sehingga ke depan bisa segera dilakukan perbaikan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....