Cuaca Ekstrem Picu Bandara Soetta dan Tangerang Semrawut

  • 07 Apr 2026 21:49 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • BMKG memprediksi cuaca ektrem masih berpotensi diwikayah Tangerang dan Banten hingga 13 April 2026 mendatang
  • Wilayah Tangerang dikepung banjir hingga aktivitas warga lumpuh total serta terjadi kemacetan panjang
  • Atap Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta ambrol serta sejumlah penerbangan terganggu

Area Boarding Lounge Gate 7 Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta jebol akibat cuaca buruk. Alhasil, layaknya air terjun membanjiri area bandara terbesar se-Indonesia dan membuat panik penumpang.

Asisten Deputi Komunikasi dan Legal Bandara Soekarno-Hatta, Yudis Tiawan membenarkan peristiwa tersebut. Dia mengatakan, peristiwa itu terjadi saat hujan deras mengguyur sejak pukul 12.00 WIB.

"Betul kejadian hari ini dan lokasi kebocorannya ada di samping gate 7 menuju gate 8 Terminal 3. Lokasi itu adalah area keberangkatan internasional," ujar Yudis.

Adapun curah hujan yang tinggi serta adanya kebocoran pada bagian atap bandara tidak dapat lagi menampung air hujan dan mengejutkan penumpang. Namun petugas telah dikerahkan guna mensterilkan area yang basah terkena tumpahan air hujan.

Yudis mengaku bila PT Angkasa Pura Indonesia selaku pengelola Bandara Intermasional Soekarno-Hatta membutuhkan waktu dua hari melakukan perbaikan. "Jadi area tersebut saat ini sudah kami lokalisasi untuk dibetulkan agar bisa digunakan kembali seperti semula," kata dia.

Kemudian ia memastikan insiden atap dan plafon yang roboh tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka. Sementara untuk kerugian belum dapat ditaksir lantaran proses perbaikan masih berlangsung.

Kemudian untuk seluruh fasilitas sisi udara seperti runway, taxiway, dan apron dipastikan dalam kondisi baik dan dapat beroperasi secara normal tanpa adanya gangguan aktivitas pergerakan pesawat.

Menurut dia, personel bandara disiagakan penuh selama 24 jam melakukan pengawasan terhadap seluruh fasilitas termasuk infrastruktur bangunan. Hal ini dilakukan sebagai antisipasi apabila terdapat potensi gangguan pada area sekitar dari penumpang pesawat dan pekerja.

"Keselamatan dan keamanan penumpang serta penerbangan tetap menjadi prioritas utama. Hal ini tentunya dalam setiap pengambilan keputusan operasional," ucapnya.

Yudis juga membeberkan sebanyak 31 penerbangan di Bandara Internasioal Soekarno-Hatta terkendala oleh cuaca buruk khususnya fase pendaratan. Bahkan, untuk penerbangan internasional terpaksa dialihkan ke Bandara Changi Singapura.

"Cuaca buruk yang melanda wilayah Tangerang berdampak pada 31 lalu lintas penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Namun, hari ini telah berjalan normal," ucapnya.

Yudis merinci ada 10 penerbangan yang dialihkan ke bandara lain (divert) lantaran tidak dapat mendarat di Bandara Soetta. Sejumlah pesawat itu dialihkan menuju bandar udara dekat dengan Soekarno-Hatta.

"Diantaranya, Bandara Yogyakarta, Bandara Internasional Sultan Mahmud Badarudin II Palembang. Lalu, Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang dan Bandara Internasional Radin Inten II Lampung," ujarnya.

Kemudian untuk penerbangan internasional dialihkan menuju Bandara Changi Singapura. Pada bendara tersebut terdapat juga satu pesawat melakukan Return To Base lantaran tidak memungkinkan mendarat karena cuaca yang buruk.

Sementara General Manager Airnav Indonesia Jakarta Air Traffic Service Center (JATSC), Widodo menuturkan selama menunggu pendaratan di Bandara Soekarno-Hatta, setiap pilot diminta berputar lebih dahulu. Tujuannya menunggu kondisi yang memungkinkan atau holding.

Guna mengantisipasi hal tersebut Airport Operation Control Center (AOCC) menerapkan strategi holding pada delapan lokasi di atas langit Jabodetabek secara berkala. "Strategi kami saat sedang menunggu urutan landing berlakukan pre-departure clearance, awalnya DPC itu selama 10 menit," kata dia.

"Apabila semakin padat diberikan kesempatan 20 menit sekali. Pesawat diberi kesempatan berangkat agar pesawat yang sedang berputar di atas langit Jakarta bisa landing," tambahnya.

Sejumlah petugas pengatur lalu lintas udara (air traffic controllers) dikerahkan guna melayani pesawat yang berangkat maupun tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Petugas yang bekerja dalam area titik tertinggi di Bandara Soetta secara bergantian tersebut tanpa henti berkomunikasi ke setiap pilot maskapai penerbangan melayani lalu lintas pesawat.

⁠⁠"Alhamdulillah kehandalan teman-teman kami petugas ATC bisa memberikan pelayanan dengan sebaik mungkin. Dengan didukung peralatan yang sangat canggih dan prima demi memastikan keselamatan penumpang pesawat," kata dia.

General Manager Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Heru Karyadi. Dia mengimbau pengguna jasa bandara selalu memantau perkembangan informasi jadwal penerbangan melalui kanal resmi maskapai maupun layar informasi di bandara.

Selain itu penumpang diminta datang beberapa jam lebih awal guna mengantisipasi kemungkinan adanya penyesuaian jadwal akibat kondisi cuaca. "Saat ini area sudah dalam kondisi bersih dan situasi telah kembali kondusif, dengan operasional bandara tetap berjalan lancar serta terkendali," kata dia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....