Cuaca Ekstrem Picu Bandara Soetta dan Tangerang Semrawut
- 07 Apr 2026 21:49 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- BMKG memprediksi cuaca ektrem masih berpotensi diwikayah Tangerang dan Banten hingga 13 April 2026 mendatang
- Wilayah Tangerang dikepung banjir hingga aktivitas warga lumpuh total serta terjadi kemacetan panjang
- Atap Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta ambrol serta sejumlah penerbangan terganggu
Atap Terminal 3 Bandara Soetta Amrol
BALAI Besar Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah II Tangerang Selatan mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem. Pasalnya, sejauh ini kondisi alam tersebut telah memicu Bandara Internasioanal Soekarno-Hatta maupun Tangerang Raya semrawut.
Kepala BBMKG Wilayah II Tangerang Selatan, Hartanto mengatakan potensi cuaca ekstrem masih akan terjadi hingga 13 April 2026 mendatang. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan hujan lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.
Menurut Hartanto kondisi atmosfer saat ini mendukung terbentuknya hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat di sejumlah wilayah di Banten. "BMKG memprakirakan lebat hujan dapat disertai kilat/petir dan angin kencang," ujar Hartanto, Selasa 7 April 2026.
BBMKG merinci potensi hujan lebat hingga sangat lebat diperkirakan terjadi pada periode 8 hingga 11 April 2026. Sementara, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi di Kabupaten Tangerang bagian selatan Kota Tangerang serta Kota Tangerang Selatan.
Memasuki periode 12 hingga 13 April 2026, intensitas hujan diperkirakan masih berada pada kategori sedang hingga lebat. Cakupan wilayahnya di Tangerang Raya dan Banten.
"Selain hujan lebat, masyarakat juga diminta mewaspadai potensi angin kencang yang dapat mencapai kecepatan hingga 45 kilometer per jam. Khususnya diwilayah selatan Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Lebak pada 9 hingga 11 April 2026," ucapnya.
Kondisi cuaca tersebut juga berpotensi meningkatkan tinggi gelombang laut pada kategori sedang, yakni antara 1,25 hingga 2,5 meter. Terutama di Selat Sunda bagian barat perairan selatan Pandeglang Perairan selatan Lebak.
"Dengan kondisi tersebut, risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, banjir bandang, hingga pohon tumbang meningkat disejumlah wilayah rawan. Menghadapi potensi cuaca tersebut, masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan waspada, khususnya di wilayah rawan bencana hidrometeorologi," kata Hartanto.
Tangerang Raya Dikepung Banjir, Kemacetan Merajalela
Area Boarding Lounge Gate 7 Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta jebol akibat cuaca buruk. Alhasil, layaknya air terjun membanjiri area bandara terbesar se-Indonesia dan membuat panik penumpang.
Asisten Deputi Komunikasi dan Legal Bandara Soekarno-Hatta, Yudis Tiawan membenarkan peristiwa tersebut. Dia mengatakan, peristiwa itu terjadi saat hujan deras mengguyur sejak pukul 12.00 WIB.
"Betul kejadian hari ini dan lokasi kebocorannya ada di samping gate 7 menuju gate 8 Terminal 3. Lokasi itu adalah area keberangkatan internasional," ujar Yudis.
Adapun curah hujan yang tinggi serta adanya kebocoran pada bagian atap bandara tidak dapat lagi menampung air hujan dan mengejutkan penumpang. Namun petugas telah dikerahkan guna mensterilkan area yang basah terkena tumpahan air hujan.
Yudis mengaku bila PT Angkasa Pura Indonesia selaku pengelola Bandara Intermasional Soekarno-Hatta membutuhkan waktu dua hari melakukan perbaikan. "Jadi area tersebut saat ini sudah kami lokalisasi untuk dibetulkan agar bisa digunakan kembali seperti semula," kata dia.
Kemudian ia memastikan insiden atap dan plafon yang roboh tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka. Sementara untuk kerugian belum dapat ditaksir lantaran proses perbaikan masih berlangsung.
Kemudian untuk seluruh fasilitas sisi udara seperti runway, taxiway, dan apron dipastikan dalam kondisi baik dan dapat beroperasi secara normal tanpa adanya gangguan aktivitas pergerakan pesawat.
Menurut dia, personel bandara disiagakan penuh selama 24 jam melakukan pengawasan terhadap seluruh fasilitas termasuk infrastruktur bangunan. Hal ini dilakukan sebagai antisipasi apabila terdapat potensi gangguan pada area sekitar dari penumpang pesawat dan pekerja.
"Keselamatan dan keamanan penumpang serta penerbangan tetap menjadi prioritas utama. Hal ini tentunya dalam setiap pengambilan keputusan operasional," ucapnya.
Yudis juga membeberkan sebanyak 31 penerbangan di Bandara Internasioal Soekarno-Hatta terkendala oleh cuaca buruk khususnya fase pendaratan. Bahkan, untuk penerbangan internasional terpaksa dialihkan ke Bandara Changi Singapura.
"Cuaca buruk yang melanda wilayah Tangerang berdampak pada 31 lalu lintas penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Namun, hari ini telah berjalan normal," ucapnya.
Yudis merinci ada 10 penerbangan yang dialihkan ke bandara lain (divert) lantaran tidak dapat mendarat di Bandara Soetta. Sejumlah pesawat itu dialihkan menuju bandar udara dekat dengan Soekarno-Hatta.
"Diantaranya, Bandara Yogyakarta, Bandara Internasional Sultan Mahmud Badarudin II Palembang. Lalu, Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang dan Bandara Internasional Radin Inten II Lampung," ujarnya.
Kemudian untuk penerbangan internasional dialihkan menuju Bandara Changi Singapura. Pada bendara tersebut terdapat juga satu pesawat melakukan Return To Base lantaran tidak memungkinkan mendarat karena cuaca yang buruk.
Sementara General Manager Airnav Indonesia Jakarta Air Traffic Service Center (JATSC), Widodo menuturkan selama menunggu pendaratan di Bandara Soekarno-Hatta, setiap pilot diminta berputar lebih dahulu. Tujuannya menunggu kondisi yang memungkinkan atau holding.
Guna mengantisipasi hal tersebut Airport Operation Control Center (AOCC) menerapkan strategi holding pada delapan lokasi di atas langit Jabodetabek secara berkala. "Strategi kami saat sedang menunggu urutan landing berlakukan pre-departure clearance, awalnya DPC itu selama 10 menit," kata dia.
"Apabila semakin padat diberikan kesempatan 20 menit sekali. Pesawat diberi kesempatan berangkat agar pesawat yang sedang berputar di atas langit Jakarta bisa landing," tambahnya.
Sejumlah petugas pengatur lalu lintas udara (air traffic controllers) dikerahkan guna melayani pesawat yang berangkat maupun tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Petugas yang bekerja dalam area titik tertinggi di Bandara Soetta secara bergantian tersebut tanpa henti berkomunikasi ke setiap pilot maskapai penerbangan melayani lalu lintas pesawat.
"Alhamdulillah kehandalan teman-teman kami petugas ATC bisa memberikan pelayanan dengan sebaik mungkin. Dengan didukung peralatan yang sangat canggih dan prima demi memastikan keselamatan penumpang pesawat," kata dia.
General Manager Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Heru Karyadi. Dia mengimbau pengguna jasa bandara selalu memantau perkembangan informasi jadwal penerbangan melalui kanal resmi maskapai maupun layar informasi di bandara.
Selain itu penumpang diminta datang beberapa jam lebih awal guna mengantisipasi kemungkinan adanya penyesuaian jadwal akibat kondisi cuaca. "Saat ini area sudah dalam kondisi bersih dan situasi telah kembali kondusif, dengan operasional bandara tetap berjalan lancar serta terkendali," kata dia.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang, Mahdiar mengatakan kemacetan mengular disejumlah titik di Kota Tangerang. Hal itu lantaran kendaraan menghindari banjir yang melanda di Kecamatan Cibodas, Jatiuwung dan Cipondoh.
"Di Kecamatan Cibodas berada di Jalan Gatot Subroto tepatnya kolong flyover, dimaa Kali Sabi meluap. Alhasil, akses menuju Merak-Jakarta terputus sehingga terjadi kemacetan panjang," ujarnya.
Mahdiar membeberkan pemicu banjir yang melanda wilayahnya selain cuaca ekstrem akibat aliran debit air dari wilayah Tangerang Selatan (Tangsel) dan Kabupaten Tangerang. Akibatnya, daerah aliran sungai (DAS) Kali Angke dan Kalo Sabi menjadi meluap yang berdampak langsung pada pemukiman di Kota Tangerang.
Hal tersebut menjadi alasan fokus utama penanganan utama pada kawasan Bendungan Polor yang mengalami hambatan aliran cukup serius. Mahdiar mengonfirmasi bila posisi Bendungan Polor menjadi titik paling rawan karena menerima tumpukan material hanyut.
"Air dari Tangsel dan Kabupaten Tangerang, terutama di DAS Kali Angke. Maka yang paling terdampak terutama wilayah di area Bendungan Polor," ucap Mahdiar.
Masalah teknis dilapangan menunjukkan konstruksi jembatan dan perilaku membuang sampah sembarangan menjadi faktor pengali ketinggian air. Hal ini menyebabkan wilayah disekitar kaki jembatan terendam lebih cepat dibandingkan area lainnya.
Meski wilayah seperti Duren Villa dan Ciledug Indah sempat tergenang 25-40 sentimeter, kondisi di Bendungan Polor jauh lebih mengkhawatirkan. Sebab dengan ketinggian air yang sempat menyentuh angka 1,20 meter.
"Ya, terakhir kemarin itu di sore hari itu masih 1,20 meter. Hari ini memang Polornya juga masih cukup tinggi namun mungkin kisarannya lebih rendah dari sore hari kemarin," katanya.
[start_page_break,title="Kabupaten Tangerang Banjir, Aktivitas 1.675 Jiwa Lunpuh Total"][/end_page_break]
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tangerang, Ahmad Taufik menuturkan bila 512 kepala keluarga (KK) dengan total 1.675 warga Tigaraksa, Kabupaten Tangerang terdampak banjir. BPBD setempat terpaksa mengevakuasi korban melalui atap rumah dan aktivitas wargapun lumpuh total.
Dia mengatakan anggota Pos Balaraja menerima laporan dari Pushdalop adanya warga terjebak banjir didalam gudang. Lokasi berada di Kampung Cogrek, PT Citra Prima Indokencana, Tigaraksa.
"Kami langsung melakukan langkah evakuasi para warga terdampak banjir. Evakuasinya melalui atap, karena ketinggian air hampir mencapai atap," ujarnya.
Camat Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Cucu Abdul Rosied mengaku banjir akibat cuaca ekstrem hingga sungai-sungai diwilayah tersebut meluap. "Selama dua hari ini yang memang kita sangat rasakan, baik di hari Minggu maupun hari Senin, ada 512 KK dengan jumlah1.675 jiwa," ucapnya.
Cucu menjelaskan dari total 1.675 jiwa yang terkena dampak banjir berada di tujuh desa/kelurahan. Mulai Desa Margasari, Kelurahan Kadu Agung, Desa Matagara, Desa Pasir Nangka, Desa Pasir Bolang, Desa Cisereh dan Desa Pematang.
Dimana, lanjutnya, dari ke tujuh desa ini secara umum terdampak akibat luapan sungai yang mengelilingi kawasan desa tersebut. "Luapan Sungai Cimanceuri, Cipayaeun dan anak Sungai Ciranjeuen yang mengakibatkan tujuh desa di delapan titik terdampak," ujarnya.
Menurutnya, sebagian wilayah desa yang terdampak banjir mencapai 1,5 meter. "Rata-rata ketinggian air terpantau sampai hari ini antara 40 sentimeter, 80 sentimeter hingga 1,5 meter," ucapnya.
Dia juga menambahkan, selain permukiman warga, banjir juga telah berdampak dengan menutup terhadap akses jalan umum disejumlah titik lokasi. "Akses yang terputus itu ada di kawasan industri seperti di kawasan Olek yang kerap dilintasi kendaraan bertonase besar," kata Cucu.
Dalam hal ini, kata Cucu, pemerintah daerah khususnya Kecamatan Tigaraksa tengah berkoordinasi dengan beberapa instansi terkait untuk melaporkan situasi kebencanaan yang melanda daerahnya. Terlebih, dalam pelaporan penanganan sejumlah titik tanggul sungai yang mengalami jebol akibat luapan sungai, sehingga ke depan bisa segera dilakukan perbaikan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....