Peran Juru Sawer Pada Upacara Pernikahan Sunda

  • 25 Apr 2025 12:55 WIB
  •  Bandung

KBRN, Bandung: Dalam tradisi pernikahan adat Sunda, kehadiran 'juru sawer' memegang peran penting sebagai penyampai doa, nasihat, dan harapan bagi kedua mempelai. Juru Sawer biasanya merupakan seseorang yang dituakan atau dihormati karena kemampuannya dalam melantunkan Pupuh atau Tembang Sunda.

Ia bukan sekadar penghibur, tetapi juga penjaga nilai-nilai budaya yang disampaikan lewat lirik yang sarat makna. Tembang yang dibawakan oleh juru sawer mengandung nasihat kehidupan, khususnya terkait dengan pernikahan dan rumah tangga.

Dalam bait-baitnya tersirat pesan tentang pentingnya saling menghargai, menjaga kesetiaan, berbagi rezeki, dan menghadapi cobaan bersama. Bahasa yang digunakan puitis dan lembut, membuat pesan moral yang disampaikan terasa menyentuh dan mudah diterima oleh mempelai maupun tamu undangan.

Selain menyampaikan pesan moral, tembang dari juru sawer juga berfungsi sebagai sarana pelestarian budaya lisan Sunda. Melalui pupuh dan irama khas daerah, nilai-nilai kearifan lokal diturunkan dari generasi ke generasi.

Di era modern ini, juru sawer membantu menjaga agar budaya tidak tergerus zaman, dan tetap hidup dalam setiap prosesi adat pernikahan. Fungsi juru sawer tidak hanya sebagai penutur nasihat, tetapi juga sebagai pengikat suasana emosional.

Dengan suaranya yang merdu dan penuh penghayatan, ia menciptakan momen haru dan sakral dalam rangkaian pernikahan. Tradisi ini menjadi bukti bahwa seni tutur dapat menjadi media efektif untuk menyampaikan nilai luhur, dan juru sawer adalah pengembannya yang setia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....