Pembakaran Kantor Inspektorat Bima, Polisi Amankan Sejumlah Orang

  • 18 Sep 2025 17:52 WIB
  •  Mataram

KBRN, Mataram: Tabir asal-usul pembakaran kantor Inspektorat Kabupaten Bima mulai terbuka. Polres Bima mengamankan sejumlah orang, Kamis (18/9/2025).

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Bima, AKP Dwi Kurniawan, mengonfirmasi penangkapan tersebut. Namun, ia enggan membeberkan detail penangkapan.

"Alhamdulillah, sudah (ditangkap). Cuma kita masih dalami pihak-pihak yang terkait," ungkap Dwi melalui pesan singkat kepada media.

Dwi juga masih belum mau menerangkan berapa orang yang ditangkap. Termasuk siapa saja dan apa peran mereka.

"Nanti ya, kami dalami dulu peran masing-masing orang," kelitnya.

Di sisi lain, Kasubsi PIDM Seksi Humas Polres Bima, Aipda Nasrun, mengatakan hal serupa. Pejabat di Humas itu hanya mampu menjelaskan lokasi diamankannya orang-orang tersebut.

"Iya, kami amankan di Polres Bima Kota," tukas Nasrun.

Lebih lanjut, penyidik sebelumnya telah menyeraahkan hasil penyidikan awal ke Laboratorium Forensik di Bali. Hal ini untuk menentukan penyebab terbakarnya gedung pengawas internal Pemkab Bima tersebut.

"Yang pastinya (hasil uji labfor) sudah di tangan teman-teman penyidik," jelasnya.

Rencananya, jelas Nasrun, dalam waktu dekat ini Polres Bima akan mengungkap hasil penyidikan ke publik. Polres Bima berkomitmen mengusut tuntas kasus ini.

"Sekarang biarkan penyidik mengerjakan pekerjaannya," pungkas Nasrun.

Diketahui, Kantor Inspektorat Kabupaten Bima terbakar, Kamis (7/8/2025) dini hari. Gedung beratap coklat di Jalan Ksatria Nomor 3, Kelurahan Penatoi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima itu ludes terbakar sekitar pukul 04.00 WITA.

Dari pemberitaan sebelumnya, titik api diduga muncul dari ruang sekretariat, lalu menjalar dengan cepat ke ruangan lainnya.

Kerugian dalam peristiwa ini ditaksir mencapai Rp2,5 miliar. Tak hanya kerugian bangunan, sejumlah dokumen penting seperti Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) serta berkas penting lainnya hanya tinggal abu.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....