Sanggar Dalek Esa Bokonusan Lestarikan Tradisi Helong

  • 31 Agt 2024 17:27 WIB
  •  Kupang

KBRN, Kupang: Sanggar tari tradisional Dalek Esa kembali menunjukkan bakat dan semangat mereka dalam melestarikan budaya melalui penampilan yang memukau pada acara Dialog Development Broadcasting Unit (DBU) yang digelar Pro1 RRI Kupang di kantor desa Bokonusan pulau Semua, NTT pada Sabtu, (31/8/2024). Penampilan mereka diiringi oleh lima penabuh gong, membawakan berbagai tarian tradisional yang sarat akan makna budaya.

Sanggar Dale Esa, yang beranggotakan siswa dari enam sekolah berbeda, terdiri dari empat siswa SMA dan satu siswa SMP. Meskipun memiliki kesibukan sekolah di pagi hari, mereka tetap konsisten berlatih pada sore hari untuk mempersiapkan diri dalam setiap penampilan.

"Kesan jadi penari karena bisa jadi penerus budaya," ungkap salah satu penari anggota sanggar, Elsa Medah.

Namun, di balik penampilan memukau mereka, sanggar ini menghadapi berbagai tantangan, terutama terkait dengan kostum dan aksesori. Sering kali mereka harus meminjam aksesori dan mencari kostum sendiri karena belum memiliki fasilitas yang memadai. Gerakan dalam tarian juga menjadi salah satu tantangan yang kerap dihadapi, mengingat betapa pentingnya keselarasan gerakan dalam setiap pertunjukan.

Jenis tarian yang sering mereka bawakan mengikuti irama gong, termasuk tarian lilete biasa, lilete Helong, te'o renda, dan foti. Mereka telah tampil di berbagai kesempatan, termasuk acara penyambutan tamu di desa dan kecamatan, serta dalam upacara adat seperti penyambutan pengantin.

Penampilan mereka pada acara DBU kali ini sekali lagi membuktikan dedikasi dan semangat Sanggar Dale Esa dalam melestarikan kekayaan budaya melalui tarian tradisional, meskipun dengan segala keterbatasan yang ada. (ST)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....