Memilih Mainan untuk Anak sesuai Fase Perkembangan

  • 31 Jul 2024 16:33 WIB
  •  Sabang

KBRN, Sabang: Pemilihan mainan untuk anak harus sesuai dengan fase perkembangan atau usia anak. Hal ini harus menjadi perhatian dan harus dipahami oleh orangtua. Memilih mainan yang tepat sesuai fase perkembangan anak sangatlah penting untuk mendukung tumbuh kembang mereka. Selain sebagai alat untuk bermain dan menghibur, mainan juga dapat menjadi alat pembelajaran untuk membantu perkembangan anak. Oleh karena itu, orangtua dianjurkan untuk memilih mainan sesuai tahap perkembangan anak.

Mainan yang edukatif dapat membantu perkembangan emosional, sosial, mental, moral dan intelektual anak pada masa periode emas mereka, yaitu usia 0-5 tahun. Usia emas merupakan usia saat dimana kemampuan anak sedang berkembang pesat. Selain membuat anak senang dan bahagia saat bermain, mainan juga harus sesuai usia anak, aman untuk digunakan dan dapat menstimulasi kemampuan anak sesuai tahap pertumbuhannya.

Ada beberapa fase perkembangan penting dalam usia anak yang perlu dijadikan bahan pertimbangan saat memilih mainan yang tepat untuk anak kita. Fase-fase tersebut antara lain:

· Usia 0-6 bulan, pada usia ini fungsi pendengaran dan penglihatan bayi mulai berkembang. Fase ini bayi mulai menyukai melihat dan mengikuti gerak benda. Ia akan mencari jika mendengar suara di dekatnya dan dapat menggenggam dan mulai meraih mainan. Pemilihan permainan dengan warna yang mencolok akan menarik bagi bayi dan dapat membantu bayi mengembangkan penglihatannya. Selain itu mainan yang memiliki bunyi yang dapat dipegangnya seperti icik-icik, akan menarik baginya.

· Usia 7-12 bulan, fase ini bayi mulai senang bergerak seperti rolling, duduk, merangkak, dan berdiri. Ia juga sudah mulai mengerti jika namanya dipanggil dan mengerti beberapa kata yang sering didengarnya, serta dapat menunjuk bagian tubuh. Beberapa mainan yang dapat diberikan pada usia ini antara lain bola, balok lunak, boneka, mainan mobil dari plastik untuk membantunya bermain pura-pura.

· Usia 1-2 tahun, pada usia 1 tahun biasanya anak sudah dapat berdiri, dan mulai berjalan. Pada usia ini anak sudah mulai dapat bermain dengan anak lain, karena motorik kasarnya sudah lebih aktif. Permainan yang cocok untuk usia ini seperti: buku cerita bergambar, musik dan lagu, alat gambar yang aman seperi crayon, kertas besar, dan pensil warna. Permainan pura-pura juga menarik untuk usia ini seperti telepon, boneka dan stroller, dress-up accessories, binatang dari plastik dan puzzle atau peg boards.

· Usia 2 tahun, fase ini anak sudah berkembang kemampuan bahasanya. Ia sudah dapat merangkai kata, menyampaikan keinginannya secara verbal sederhana. Secara fisik anak juga mulai menyukai kegiatan fisik yang lebih beragam seperti melompat, memanjat, dan bergelantungan. Kemampuan motor halus juga mulai lebih baik. Berbagai permainan dapat meningkatkan keterampilan anak 2 tahun seperti puzzle, lego, yang memiliki berbagai bentuk dan warna. Set konstruksi, alat transport, furniture, boneka dan asesoris serta permainan pasir atau air juga menarik bagi anak.

· Usia 3-6 tahun, pada usia ini anak memiliki kemampuan bahasa lebih baik. Anak sudah lebih banyak bertanya dan berbicara. Anak juga mulai menyukai permainan di alam karena mereka memiliki kemampuan motor kasar yang lebih baik. Berbagai mainan tersedia untuk anak usia ini, seperti puzzle, kubus, lego, dan permainan lain yang meningkatkan keterampilan membuat bentuk khusus. Penggunaan warna dengan krayon atau pensil warna juga dapat melatih kemampuan motor halus dan merangsang imajinasinya. Di samping itu, permainan outdoor dengan menggunakan alat atau mainan yang lebih bervariasi juga diminati seperti sepeda, bola, dan lainnya.

· Usia sekolah, permainan yang cocok untuk anak usia sekolah adalah permainan yang merangsang kemampuan peran, ketangkasan, dan kreativitas pada anak. Permainan board games dapat yang memiliki tingkat kesulitan yang lebih tinggi seperti monopoli, scrabble, catur dan lainnya. Selain itu berbagai jenis mainan outdoor juga cocok untuk mereka seperti sepeda, skateboard, dan lainnya. Berbagai permainan tradisional juga bermanfaat bagi anak. Permainan tradisional seperti engklek, layangan, ular naga dan lompat tali, serta permainan indoor tradisional seperti congklak, bola bekel dan lainnya dapat menjadi pilihan yang baik bagi orangtua dalam memilih mainan untuk anak.

Orang tua tetap harus memperhatikan dan memilih mainan yang tepat bagi anak, untuk memastikan keamanan serta mendukung perkembangan anak secara optimal. (Dikutip dari ig kemendikbud.ri dan laman resmi idai.or.id)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....