The Costume Institute Jadi Pusat Koleksi Mode Dunia dan Penyelenggara ‘Met Gala’

  • 06 Mei 2026 10:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • The Costume Institute menyimpan lebih dari 33 ribu koleksi yang merekam perkembangan mode dunia selama tujuh abad
  • Revitalisasi ruang melalui Anna Wintour Costume Center memperkuat fungsi pameran dengan dukungan fasilitas modern dan teknologi terkini
  • Met Gala menjadi sumber pendanaan utama sekaligus ajang mode bergengsi dengan partisipasi tokoh global lintas industri

RRI.CO.ID, Jakarta - The Costume Institute di The Metropolitan Museum of Art menjadi pusat koleksi mode terbesar dunia dengan sejarah panjang dan pengaruh global. Koleksi institusi ini mencakup lebih dari 33 ribu objek yang merepresentasikan perjalanan busana selama tujuh abad.

Dilansir dari laman resmi Met Museum, koleksi tersebut menghadirkan beragam pakaian dan aksesori untuk pria, wanita, serta anak-anak sejak abad kelima belas hingga era modern. Rentang waktu yang luas ini menjadikan koleksi tersebut sebagai referensi penting dalam memahami evolusi gaya berpakaian dunia.

Ruang Costume Institute yang telah diperbarui kembali dibuka pada Mei 2014 setelah menjalani renovasi selama dua tahun penuh. Pembukaan tersebut menandai peluncuran Anna Wintour Costume Center dengan pameran bertajuk ‘Charles James: Beyond Fashion’.

Kompleks ini mencakup ‘Lizzie and Jonathan Tisch Gallery’ sebagai ruang utama dengan desain fleksibel untuk berbagai kebutuhan pameran. Fasilitas tersebut dilengkapi teknologi video, suara, serta sistem nirkabel untuk mendukung pengalaman visual pengunjung secara maksimal.

Selain itu, terdapat ‘Carl and Iris Barrel Apfel Gallery’ yang berfungsi membantu pengunjung memahami pameran Costume Institute secara menyeluruh. Di balik layar, tersedia laboratorium konservasi kostum modern yang menjaga kualitas koleksi bersejarah tersebut.

Fasilitas lainnya meliputi ruang penyimpanan dan studi yang menampung gabungan koleksi dari Costume Institute dan Brooklyn Museum. Tidak ketinggalan, ‘Irene Lewisohn Costume Reference Library’ menjadi salah satu perpustakaan mode paling terkemuka di dunia.

Koleksi ini dapat diakses untuk keperluan penelitian melalui janji temu bagi akademisi, mahasiswa pascasarjana, serta desainer bidang terkait. Proses pengajuan dilakukan melalui kontak resmi yang disediakan oleh pihak institusi untuk memastikan akses terkelola dengan baik.

Institusi ini berawal dari Museum of Costume Art yang berdiri sebagai entitas independen pada tahun 1937. Pada 1946, lembaga tersebut bergabung dengan The Metropolitan Museum of Art dengan dukungan industri mode.

Seiring perkembangan, Costume Institute resmi menjadi departemen kuratorial pada tahun 1959 dengan peran yang semakin strategis. Tokoh penting seperti Diana Vreeland turut berkontribusi menghadirkan pameran ikonik yang meningkatkan standar global.

Pada 1989, kepemimpinan beralih kepada Richard Martin dengan dukungan Harold Koda dalam mengembangkan pameran tematik bergilir. Masa kepemimpinan tersebut menghasilkan berbagai konsep pameran inovatif hingga menjelang akhir dekade 1990-an.

Selanjutnya, Harold Koda kembali ke The Met pada tahun 2000 dan merekrut Andrew Bolton sebagai bagian dari tim kuratorial. Setelah pensiun pada 2016, Bolton kemudian menjabat sebagai kurator utama dengan posisi yang diperkuat pada 2018.

Costume Institute secara rutin menyelenggarakan satu atau dua pameran khusus setiap tahun dengan berbagai tema menarik. Pameran tersebut mencakup monografi desainer ternama hingga eksplorasi tematik yang menggabungkan seni, budaya, dan teknologi.

Selain pameran, institusi ini juga dikenal melalui ‘Costume Institute Benefit’ atau ‘Met Gala’ yang digelar setiap awal Mei. Acara tersebut menjadi sumber pendanaan utama sekaligus ajang bergengsi yang menghadirkan tokoh dari berbagai bidang industri global.

Pada penyelenggaraan 2026, tema yang diangkat adalah 'Costume Art' dengan panduan busana 'Fashion is Art.' Tema ini mendorong para tamu menampilkan kreativitas dengan menjadikan tubuh sebagai media ekspresi artistik melalui pakaian.

Gagasan tema tersebut terhubung dengan pameran terbaru Costume Institute yang menampilkan berbagai koleksi lintas periode. Pameran ini menelaah bagaimana busana mencerminkan bentuk tubuh manusia dalam sudut pandang sejarah dan estetika.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....