Pameran 'Art Jakarta Gardens' Dorong Ekonomi Budaya di Indonesia
- 06 Mei 2026 08:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pemerintah menilai Art Jakarta Gardens tidak hanya menjadi sarana edukasi, tetapi juga mampu meningkatkan ekonomi budaya melalui nilai tinggi karya seni rupa.
- Menbud Fadli menyebut karya seni rupa Indonesia telah memiliki nilai signifikan di pasar, bahkan mencapai puluhan hingga ratusan miliar rupiah, serta berpotensi melahirkan seniman kelas dunia.
- Presiden Direktur Plataran Indonesia, Anasthasia Sri Handayani, menilai penyelenggaraan Art Jakarta Gardens di Hutan Kota Plataran selaras dengan konsep Home of Peace yang menghadirkan ruang seni terbuka dan ketenangan bagi pengunjung.
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon, menilai platform seni seperti Art Jakarta Gardens tidak hanya berfungsi sebagai sarana edukasi. Tetapi juga mampu meningkatkan ekonomi budaya di Indonesia.
Ia mengatakan, potensi ekonomi dari sektor seni rupa sangat besar karena karya seni memiliki nilai jual yang tinggi. Baik di dalam negeri maupun di pasar internasional.
"Selain edukasi, ini meningkatkan ekonomi budaya. Karena potensi ekonomi budaya itu sangatlah besar, karya-karya seni rupa kita itu harganya juga lumayan," ujarnya kepada wartawan usai peresmian Art Jakarta Garden 2026, Hutan Kota Plataran, Jakarta Selatan, Selasa, 5 Mei 2026.
Ia mencontohkan, di tingkat internasional terdapat karya seni yang bernilai sangat tinggi, seperti lukisan Salvator Mundi karya Leonardo da Vinci. Lukisan tersebut diketahui mencapai sekitar 450 juta dolar AS atau setara sekitar Rp6,5 triliun.
Menurutnya, karya seni rupa Indonesia juga telah memiliki nilai yang signifikan, dengan beberapa karya mencapai puluhan hingga ratusan miliar rupiah, meskipun masih ada juga karya yang lebih terjangkau bagi masyarakat.
"Karya-karya seni rupa Indonesia itu ada yang harganya sudah ada sampai 85 miliar. Ada yang sudah di atas 10 miliar, banyak itu," ucapnya, menjelaskan.
Ia menambahkan, perkembangan seni rupa Indonesia memiliki potensi besar untuk melahirkan seniman kelas dunia. Pemerintah berharap akan muncul seniman Indonesia yang mampu sejajar dengan nama-nama besar dunia seperti Picasso, Gustav Klimt, dan Edvard Munch.
"Kita harapkan suatu saat Indonesia ada Picasso-nya, ada Gustave Klimt-nya, ada Edvard Munch-nya. Saya kira seniman kita tidak kalah," katanya, penuh harap.
Presiden Direktur Plataran Indonesia, Anasthasia Sri Handayani, menyoroti penempatan pameran Art Jakarta Gardens di Hutan Kota Plataran. Menurutnya hal tersebut merupakan langkah yang tepat.
Ia menjelaskan bahwa Plataran memiliki program kampanye Home of Peace yang mengusung konsep ruang terbuka. Terutama untuk menghadirkan ketenangan dan pengalaman berbeda bagi pengunjung.
"Plataran mengikuti program yang kami sebut Home of Peace. Dalam program tersebut menghadirkan pengalaman seni di luar ruang keseharian untuk menumbuhkan mindfulness," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....