Melalui Pameran Tenun, Indonesia Perkenalkan Harmoni Alam ke Publik Belanda

  • 01 Mei 2026 20:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • KBRI Den Haag membuka pameran tenun tekstil bertajuk “Kembali ke Alam: The Heritage Gem” di Indonesia House Amsterdam, Jumat, 24 April 2026.
  • Pameran ini bertujuan memperkenalkan kekayaan tradisi tenun Nusantara, khususnya teknik pewarnaan alami, kepada publik di Belanda.
  • Pameran “Kembali ke Alam: The Heritage Gem” terbuka untuk umum hingga September 2026 di Indonesia House Amsterdam.

RRI.CO.ID, Den Haag - KBRI Den Haag membuka pameran tenun tekstil bertajuk “Kembali ke Alam: The Heritage Gem” di Indonesia House Amsterdam, Jumat, 24 April 2026. Pameran ini bertujuan memperkenalkan kekayaan tradisi tenun Nusantara, khususnya teknik pewarnaan alami, kepada publik di Belanda.

Sekitar 30 peserta dari berbagai organisasi, institusi seni, serta diaspora Indonesia turut menghadiri pembukaan tersebut. Adapun pameran tenun ini merupakan kerja sama KBRI Den Haag bersama Stichting Hibiscus dan Perkumpulan Warna Alami Indonesia (Warlami)

Deputy Chief of Mission KBRI Den Haag, Mariska Dwianti Dhanutirto, mengatakan tema “Kembali ke Alam” merefleksikan nilai penting dalam tradisi tekstil Nusantara. “Tema ini mencerminkan harmoni antara manusia dan alam yang telah menjadi bagian dari warisan budaya Indonesia dan perlu terus dilestarikan,” ujarnya.

Pameran ini menyoroti penggunaan bahan-bahan alami seperti indigo, kunyit, dan secang dalam proses pewarnaan tekstil. Selain ramah lingkungan, praktik ini juga dinilai mampu mendorong pelestarian keanekaragaman hayati serta membuka peluang ekonomi bagi petani dan pengrajin lokal.

Menurut Mariska, setiap kain yang diwarnai secara alami tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga makna keberlanjutan. “Setiap helai kain menjadi wujud nyata dalam menjaga bumi, menghidupi komunitas, serta merawat budaya yang diwariskan leluhur,” kata Mariska.

Deputy Chief of Mission KBRI Den Haag, Mariska Dwianti Dhanutirto (mengenakan baju oranye) saat menggunting pita pembukaan pameran tenun tekstil “Kembali ke Alam”, Jumat, 24 April 2026 (Foto: Dokumentasi/ KBRI Den Haag)

Ketua Warlami, Mira Widiono, dalam presentasinya menekankan bahwa tradisi tenun merupakan elemen pemersatu berbagai daerah di Indonesia. Ia menjelaskan organisasinya aktif dalam pelestarian dan pengembangan pewarna alami sebagai bagian dari upaya menjaga budaya dan lingkungan.

“Warlami berkomitmen untuk terus melakukan revitalisasi pewarna alami sekaligus memberdayakan masyarakat melalui praktik yang berkelanjutan. Pendekatan ini juga memperkuat identitas budaya sekaligus meningkatkan nilai ekonomi produk tekstil tradisional,” ujarnya.

Acara pembukaan turut menghadirkan maestro tenun ikat Sumba, Kornelis Ndapakamang, yang memberikan demonstrasi serta lokakarya pewarnaan alami. Ia memperagakan teknik khas Sumba menggunakan akar mengkudu dan daun indigo, sekaligus membagikan pengetahuan tradisional kepada para peserta.

Selain itu, ditampilkan peragaan busana yang menunjukkan transformasi tenun tradisional menjadi busana modern. Pameran “Kembali ke Alam: The Heritage Gem” terbuka untuk umum hingga September 2026 di Indonesia House Amsterdam.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....