Produk UMKM Indonesia Ramaikan Fashion World Tokyo 2026

  • 16 Apr 2026 00:07 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Tokyo - Tiga produk UMKM Indonesia yaitu Mycotech Lab, BOOLAO, dan Popsiklus. Turut meramaikan dan berpartisipasi dalam Fashion World Tokyo 2026 pada 8-10 April 2026.

Keberadaan Paviliun Indonesia ini diinisiasi oleh Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BPKM RI. Bersama Indonesia Investment Promotion Centre (IIPC) Tokyo. Serta didukung oleh KBRI Tokyo dan Kementerian Perdagangan RI.

Dàlam ajang itu Mycotech Lab dan Popsiklus berhasil meraih penghargaan Good Design Award Jepang.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Jepang Nurmala Kartini Sjahrir mengapresiasi pengharagaan tersebut. Menurutnya, penghargaan ini bukan sekedar pengakuan desain. Tetapi juga mencerminkan penerimaan pasar Jepang terhadap produk Indonesia.

"Saya ingin menyampaikan apresiasi kepada Mycotech Lab, BOOLAO, dan Popsiklus yang terus menunjukkan kualitas dan inovasi tingkat global," kata Kartini. Dalam siaran pers yang diterima RRI.

Secara khusus, pihaknya patut berbangga atas pencapaian Mycotech Lab dan Popsiklus yang telah meraih penghargaan Good Design Award Jepang. Penghargaan ini mencerminkan semakin diterimanya produk Indonesia di pasar Jepang.

"Ini sekaligus menjawab selera konsumen Jepang yang dikenal unik. Mengutamakan kualitas, detail, serta nilai di balik sebuah produk,” katanya.

Ke depan, KBRI Tokyo berkomitmen untuk terus mendukung promosi produk UMKM Indonesia. Khususnya yang mengedepankan nilai keberlanjutan. Menurutnya, upaya ini telah dan akan terus dilakukan melalui berbagai inisiatif. Antara lain partisipasi dalam pameran internasional, penyelenggaraan pop-up store, festival bertema Indonesia. Serta kolaborasi dengan komunitas dan pecinta fesyen di Jepang.

"Kami percaya bahwa pendekatan yang konsisten dan kolaboratif akan membuka lebih banyak peluang bagi UMKM Indonesia. Untuk tidak hanya memasuki pasar Jepang, tetapi juga berkembang secara berkelanjutan," katanya.

Untuk diketahui, Jepang merupakan salah satu pasar fesyen terbesar di dunia. Dengan nilai pasar apparel dan tekstil mencapai sekitar USD 72 miliar pada tahun 2025.

Selain itu, pasar produk fesyen berkelanjutan di Jepang juga terus berkembang. Dan diperkirakan mencapai sekitar USD 260 juta pada tahun 2025.

Jepang juga merupakan importir produk fesyen terbesar ketiga di dunia. Dengan nilai impor mencapai sekitar USD 29 miliar pada tahun 2025. Produk impor mendominasi sekitar 68 persen pasar apparel domestik Jepang.

Hal ini menurut Dubes Kartini, menunjukkan bahwa pasar Jepang terbuka dan memberikan peluang besar bagi produk internasional, termasuk dari Indonesia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....