Madani Film Festival 2026 Siap Ramaikan Panggung Perfilman Indonesia

  • 05 Okt 2026 22:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Madani Festival 2026 memasuki tahun kesembilan dengan tema Rimpang sebagai simbol kolaborasi lintas komunitas.
  • Tema Rimpang menggambarkan semangat menjalar, bersinggungan, dan saling menguatkan menghadapi persoalan sosial, politik, serta ekonomi.
  • Madani Festival memperluas program melalui pertunjukan, musik, dan pertukaran gagasan, tidak lagi berpusat pada film.

RRI.CO.ID, Jakarta - Yayasan Madani Kultur Publika akan menyelenggarakan Madani Internasional Film Festival 2026: RIMPANG pada 7-11 Oktober 2026 mendatang. Sejumlah tempat turut menjadi lokasi penyelenggaraan diantaranya, Epicentrum XXI, Metropole XXI, Taman Ismail Marzuki dan Ruang Komunitas

Madani Film Festival memasuki tahun kesembilan dengan mengusung tema Rimpang, yang menekankan kolaborasi lintas komunitas secara lebih luas. Direktur Madani Festival 2026, Ahmad Rifki mengatakan tema tersebut terinspirasi karakter rimpang yang tumbuh menyebar tanpa pola linear.

Menurutnya, rimpang seperti jahe dan kunyit memiliki pola pertumbuhan berbeda dibandingkan pohon yang memiliki struktur akar tunggang. Karakter tersebut menjadi simbol Madani Festival untuk membangun ruang pertemuan yang menjalar, terbuka, dan tidak terpaku struktur tertentu.

"Tahun ini melalui tema Rimpang, kami ingin berkolaborasi lebih jauh bersama berbagai komunitas yang ada di sekitar kita. Kami tidak sekadar mengumpulkan komunitas, tetapi juga ingin menjalar bersama untuk menghadirkan gagasan yang saling menguatkan bagi masyarakat," katanya dalam konferensi pers Madani Film Internasional Festival 2026: RIMPANG, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Senin, 5 Oktober 2026.

Ia berharap semangat rimpang dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk menghadapi berbagai persoalan sosial, politik, dan ekonomi bersama. Madani Internasional Film Festival diharapkan mampu menjadi ruang yang menawarkan energi positif sekaligus membuka percakapan melalui berbagai karya dan pertemuan.

Board Madani Festival, Inayah Wahid menyebut tema Rimpang dipilih karena semangatnya dapat menjalar dan bersinggungan dengan banyak pihak. Kolaborasi menjadi bagian penting karena setiap komunitas memiliki ruang, kekuatan, serta kontribusi berbeda dalam membangun gerakan bersama.

"Kami berharap cahaya bisa menjalar ke mana-mana seperti rimpang, selalu membawa kegembiraan dan bersinggungan dengan banyak pihak bersama. Dari pertemuan itu, kami berharap lahir kolaborasi yang membuat Madani menjadi ruang aman bagi siapapun," kata Inayah.

Ia menilai rimpang memiliki kekuatan meski bentuknya sederhana, tersembunyi dalam tanah, dan tidak selalu terlihat indah bagi masyarakat. Menurutnya, kekuatan tersebut muncul karena akar rimpang dapat menyebar luas serta menghasilkan tunas baru yang terus berkembang pesat.

Semangat itu kemudian diterapkan Madani Festival dengan membuka ruang bagi berbagai komunitas untuk bertemu, berjejaring, dan saling melengkapi. Madani juga ingin menghadirkan ruang aman ketika masyarakat menghadapi situasi tegang, sehingga tetap waras, sadar, dan terhubung bersama.

"Madani ingin menjadi ruang aman ketika kita sedang tegang, membantu tetap waras, dan melepaskan ketegangan bersama-sama secara positif. Ruang itu kami hadirkan melalui pertemuan berbagai hal yang kemudian menjadi jamu untuk kita semua," ujarnya.

Pada penyelenggaraan kesembilan, Madani Festival tidak lagi berpusat pada film meski tetap membawa identitas sebagai festival film tersebut. Programnya diperluas melalui pertunjukan, musik, pertukaran gagasan, dan berbagai kegiatan yang mempertemukan komunitas dalam suasana terbuka dan hangat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....