Menbud Siapkan Dukungan Pendanaan Pemenang Produksi Film Narasi Kepahlawanan
- 10 Jul 2026 06:10 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pemenang Program Produksi Film Narasi Kepahlawanan Tahun 2026 akan memperoleh dukungan pendanaan yang disesuaikan dengan kategori film, mulai dari film panjang, film pendek, hingga dokumenter.
- Pemerintah menargetkan karya film yang dihasilkan mampu memperkenalkan narasi kepahlawanan Indonesia melalui berbagai saluran distribusi, termasuk bioskop, sekolah, platform digital, serta kompetisi nasional dan internasional.
- Seluruh tahapan program akan dilaksanakan secara transparan dan profesional, mulai dari seleksi proposal, pengembangan proyek, produksi, hingga monitoring untuk menjaga kualitas karya film.
RRI.CO.ID, Jakarta - Pemenang Program Produksi Film Narasi Kepahlawanan Tahun 2026 akan memperoleh dukungan pendanaan sesuai kategori film yang dibuat. Demikian disampaikan oleh Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon.
Ia menjelaskan, kategori film panjang, film pendek, dan dokumenter memiliki skema pendanaan yang berbeda sesuai kebutuhan produksi. Pemerintah memastikan informasi mengenai dukungan anggaran tersebut akan disampaikan secara terbuka melalui laman resmi program.
"Jadi mengenai anggaran itu, ada perbedaan untuk film panjang, film pendek, dan film dokumenter sesuai kebutuhan produksi. Semua informasi terkait pendanaan akan ditampilkan secara terbuka melalui website agar masyarakat dapat mengetahuinya," katanya saat ditemui wartawan usai peluncuran Program Produksi Film Narasi Kepahlawanan Indonesia Tahun 2026, Senayan Golf Club, Jakarta Selatan, Kamis, 9 Juli 2026.
Ia mengatakan, film dokumenter memiliki kebutuhan biaya lebih rendah, begitu juga film pendek dibandingkan film panjang yang proses produksinya lebih besar. Program ini menargetkan sejumlah karya, termasuk sekitar dua puluh film pendek dan sepuluh film panjang untuk diproduksi.
Ia mengatakan pelaksanaan program dilakukan secara transparan dengan dukungan anggaran yang dinilai memadai untuk para pemenang. Selain pendanaan, pemerintah juga membuka peluang dukungan tambahan dari berbagai pihak dalam pengembangan karya film tersebut.
Ia menambahkan, hak kekayaan intelektual atau intellectual property (IP) dari karya yang dihasilkan nantinya menjadi milik Kementerian Kebudayaan. Program ini, kata dia, mengangkat narasi kepahlawanan sebagai bagian penting dari historiografi perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
"Kita ingin karya-karya ini dapat diputar secara luas, mulai dari bioskop, sekolah, hingga berbagai platform lainnya. Selain itu, film tersebut juga diharapkan mengikuti kompetisi perfilman di tingkat nasional maupun internasional," ujarnya.
Pemerintah menargetkan film hasil program tersebut dapat menjangkau masyarakat luas melalui berbagai saluran distribusi. Penyebaran film sejarah ini diharapkan memperkuat pemahaman generasi muda terhadap perjuangan bangsa Indonesia.
Sementara itu, Direktur Film, Musik, dan Seni, Irini Dewi Wanti, mengatakan pihaknya menyiapkan perangkat pelaksanaan program secara menyeluruh. Persiapan tersebut mencakup pedoman pelaksanaan, mekanisme pendaftaran, sistem seleksi, perangkat penilaian, serta skema pendampingan bagi peserta program.
"Direktorat Film, Musik, dan Seni telah menyiapkan seluruh perangkat pelaksanaan program, mulai pedoman hingga mekanisme pendaftaran peserta. Seluruh proposal akan melalui tahapan seleksi administrasi, penilaian dewan juri, pitching, hingga penetapan penerima program," ucapnya.
Ia memastikan proses pengembangan proyek, produksi, serta monitoring berjalan secara terbuka dan profesional. Tahapan tersebut dilakukan untuk menjaga kualitas karya film agar mampu menghadirkan narasi kepahlawanan bernilai sejarah kuat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....