Menbud Fadli Harap FFI 2026 Lahirkan Talenta Baru Perfilman Indonesia
- 19 Jun 2026 06:40 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menbud Fadli berharap FFI 2026 melahirkan talenta baru melalui hadirnya pemain, sineas, dan penulis cerita kreatif Indonesia.
- Industri film Indonesia dinilai semakin menjanjikan, didukung keberhasilan film nasional yang menembus lebih dari 10 juta penonton.
- FFI 2026 menjadi awal perjalanan menuju malam puncak penghargaan, dengan dukungan berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat ekosistem perfilman nasional.
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon berharap Festival Film Indonesia (FFI) 2026 mampu melahirkan talenta-talenta baru perfilman nasional. Menurutnya, ajang tersebut dapat menjadi ruang pengembangan bagi sineas muda dengan berbagai gagasan kreatif.
Ia menilai industri film Indonesia saat ini memiliki prospek yang semakin menjanjikan bagi generasi muda. Kondisi tersebut terlihat dari meningkatnya minat masyarakat terhadap karya-karya sinema nasional dalam beberapa tahun terakhir.
Ia mengatakan FFI harus mampu menjaring pemain, sineas, dan penulis cerita berbakat Indonesia. Kehadiran talenta baru dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan industri perfilman nasional pada masa mendatang.
"Kita berharap FFI bisa menjaring talenta-talenta baru, talenta-talenta muda, pemain-pemain baru. Dan juga sineas-sineas baru, serta cerita-cerita baru yang kreatif," katanya saat menghadiri konferensi pers Festival Film Indonesia (FFI), Hutan Kota, Jakarta Selatan, Kamis, 18 Juni 2026.
Ia meyakini para talenta muda Indonesia memiliki kemampuan menghasilkan karya yang berbeda dan inovatif. Menurutnya, perkembangan industri film saat ini membuka peluang besar bagi lahirnya berbagai gagasan segar.
Kepercayaan tersebut didukung capaian sejumlah film Indonesia yang berhasil mencetak rekor jumlah penonton dalam beberapa tahun. Beberapa film bahkan mampu menarik lebih dari sepuluh juta penonton dan mencatat sejarah baru nasional.
"Film kita ini ternyata mempunyai prospek yang sangat baik. Film Jumbo sampai 10 juta penonton, film Agak Laen sampai 11 juta penonton," ucapnya.
Selain mendorong lahirnya talenta baru, FFI juga diharapkan mendukung upaya pemajuan kebudayaan nasional secara berkelanjutan. Menurutnya, berbagai objek pemajuan kebudayaan sering kali hadir dan berkembang melalui karya perfilman Indonesia.
Ia menjelaskan film tidak hanya menampilkan cerita, tetapi juga memuat unsur seni dan musik sekaligus. Karena itu, perfilman memiliki peran penting dalam memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada masyarakat luas.
Ia turut menyoroti pentingnya penciptaan musik orisinal yang dibuat khusus untuk mendukung sebuah film. Langkah tersebut dinilai mampu memperkuat identitas karya sekaligus meningkatkan kualitas sinema nasional secara keseluruhan.
Menurutnya, tradisi menciptakan soundtrack khusus pernah melahirkan banyak karya berkesan dalam sejarah perfilman Indonesia. Ia berharap pendekatan serupa terus berkembang sehingga film nasional semakin menarik dan berdaya saing tinggi.
"Ada dukungan untuk membuat soundtrack asli, musik yang khusus didedikasikan dari film. Jadi bukan musik yang sudah populer, lagu yang sudah populer ditempelkan ke dalam film," ucapnya.
Melalui Festival Film Indonesia, pemerintah berharap ekosistem perfilman nasional dapat tumbuh secara berkelanjutan dan inklusif. Kehadiran talenta baru serta karya inovatif diharapkan memperkuat posisi sinema Indonesia pada masa depan.
Sementara itu, Ketua Komite Festival Film Indonesia (FFI) 2026, Ario Bayu mengatakan rangkaian kegiatan tahun ini menjadi awal perjalanan panjang. Proses tersebut akan berlangsung hingga akhir tahun sebelum mencapai malam puncak penghargaan Festival Film Indonesia mendatang.
Menurutnya, perjalanan FFI 2026 melibatkan berbagai tahapan yang akan diikuti para pelaku perfilman nasional. "Ini menjadi awal perjalanan yang cukup panjang hingga menuju puncak Festival Film Indonesia pada akhir tahun nanti," ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....