Kemenbud Dorong Restorasi Film untuk Lestarikan Sejarah Perfilman Nasional

  • 01 Apr 2026 16:55 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Fadli Zon menegaskan Kemenbud mendorong restorasi film untuk menjaga sejarah dan warisan perfilman nasional.
  • Hingga kini, film yang direstorasi masih kurang dari 10, namun pemerintah akan meningkatkan jumlahnya melalui kolaborasi dan dukungan teknologi.
  • Restorasi mencakup pewarnaan, perbaikan visual, dan sinkronisasi suara agar karya klasik—termasuk karya Usmar Ismail—dapat dinikmati generasi masa kini.

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) terus mendorong upaya restorasi film sebagai bagian dari pelestarian sejarah perfilman nasional. Langkah ini dinilai penting agar karya-karya klasik Indonesia dapat kembali dinikmati publik, khususnya generasi muda.

Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, mengatakan restorasi film menjadi salah satu fokus pemerintah dalam menjaga jejak perjalanan sinema Indonesia. "Kita berharap ke depan restorasi film-film yang merupakan bagian dari perjalanan film nasional ini akan terus kita dorong," ujarnya kepada wartawan usai acara Nobar Film: Darah dan Doa dalam acara Literasi Gerakan Nasional Budaya Sensor Mandiri, CGV Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu, 1 April 2026.

Ia menjelaskan, pemerintah saat ini telah menjalin berbagai kerja sama untuk mempercepat proses restorasi. Namun, jumlah film yang telah direstorasi sejauh ini masih terbatas.

"Sejauh ini film yang telah direstorasi masih kurang dari 10. Ke depan tentu akan kita tingkatkan melalui berbagai kolaborasi," katanya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa perkembangan teknologi menjadi peluang besar dalam proses restorasi film. Tidak hanya menjaga kualitas gambar, tetapi juga meningkatkan pengalaman menonton.

Ia berharap, film-film yang telah direstorasi nantinya tidak hanya tersimpan sebagai arsip, tetapi juga dapat diputar secara luas. Sehingga masyarakat dapat kembali mengapresiasi karya-karya penting dalam sejarah perfilman Indonesia.

"Dengan kemajuan teknologi, restorasi bisa mencakup pewarnaan. Peningkatan kualitas visual, hingga sinkronisasi suara agar film lebih menarik bagi penonton masa kini," katanya.

Ketua Lembaga Sensor Film, Naswardi, menilai upaya restorasi film merupakan bagian penting dari pelestarian warisan budaya bangsa. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Kebudayaan atas langkah restorasi karya-karya Usmar Ismail.

"Ini bagian dari kerja keras dan upaya untuk melindungi artefak. Serta menjaga karya-karya perfilman nasional agar dapat dinikmati oleh generasi mendatang," ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....