Menbud Fadli Harapkan Film Sejarah Indonesia Bisa Mendunia

  • 10 Jul 2026 07:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menteri Kebudayaan Fadli Zon mendorong produksi film sejarah berkualitas agar mampu tampil dalam festival perfilman nasional maupun internasional serta memperkuat identitas budaya Indonesia.
  • Pemerintah mendorong distribusi film sejarah melalui berbagai platform agar dapat menjangkau masyarakat di daerah, sekolah, hingga luar negeri sebagai sarana mengenalkan perjalanan bangsa.
  • Dosen FIB Universitas Jember Bambang Aris Kartika menilai film sejarah dan biopik efektif menarik minat generasi muda karena lebih menyukai konten visual dibandingkan membaca.

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Kebudayaan, Fadli Zon mendorong pengembangan film sejarah Indonesia agar mampu tampil di festival perfilman nasional maupun internasional. Menurutnya, karya film sejarah dapat menjadi representasi perjalanan bangsa sekaligus memperkuat identitas budaya Indonesia di mata dunia.

Ia mengatakan, memasuki usia kemerdekaan ke-81, Indonesia perlu menghasilkan karya perfilman yang mengangkat nilai sejarah. Ia menilai film sejarah memiliki peran penting dalam memperkenalkan kisah perjuangan bangsa kepada masyarakat luas.

"Harapannya ke depan, semakin matang kita sebagai bangsa, memasuki usia 81 tahun. Indonesia mempunyai film-film sejarah yang dapat ikut dalam berbagai festival film, baik nasional atau internasional,'' katanya saat ditemui wartawan usai peluncuran Program Produksi Film Narasi Kepahlawanan Indonesia Tahun 2026, Senayan Golf Club, Jakarta Selatan, Kamis, 9 Juli 2026.

Lebih lanjut, pemerintah mendorong pemanfaatan berbagai platform pemutaran dapat memperluas jangkauan film sejarah kepada masyarakat di berbagai daerah. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pemaknaan kemerdekaan Indonesia melalui karya perfilman.

Ia menilai perluasan distribusi film sejarah akan memberikan ruang lebih besar bagi masyarakat memahami perjalanan bangsa Indonesia. Pemerintah juga mendorong kolaborasi berbagai pihak agar karya sejarah nasional semakin mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.

"Kemudian dengan adanya IPV juga mungkin diputar di berbagai negara, maupun di daerah-daerah, di sekolah-sekolah. Termasuk antara lain, dalam konteks untuk merayakan kemerdekaan kita," ujarnya.

Melalui penguatan ekosistem perfilman, pemerintah berharap nilai-nilai kebangsaan dapat terus diwariskan kepada generasi muda. Langkah tersebut diharapkan memperkuat apresiasi masyarakat terhadap sejarah Indonesia sekaligus meningkatkan daya saing perfilman nasional di tingkat dunia.

Dosen FIB Universitas Jember, Bambang Aris Kartika, menilai film sejarah berpotensi menjadi media pembelajaran efektif bagi generasi muda. Menurutnya, film biopik maupun film bergenre sejarah mampu menghadirkan peristiwa masa lalu melalui pendekatan yang lebih menarik.

Ia mengatakan kecenderungan generasi milenial saat ini lebih menyukai tayangan visual dibandingkan membaca buku atau sumber sejarah tertulis. Kondisi tersebut menjadikan film sebagai salah satu media yang relevan untuk meningkatkan minat masyarakat mempelajari sejarah bangsa.

"Film, khususnya bergenre sejarah dan biopik, memiliki potensi besar menjadi sarana pembelajaran sejarah bagi kalangan milenial saat ini. Kecenderungan generasi muda yang lebih gemar menonton daripada membaca membuat film menjadi media edukasi yang semakin relevan," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....