Menbud Dukung Penguatan Ekosistem Perfilman lewat 'Jakarta World Cinema'
- 27 Mei 2026 18:35 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan komitmen Kementerian Kebudayaan dalam mendukung penguatan ekosistem perfilman nasional
- Dalam pertemuan bersama penyelenggara JWC, Fadli menekankan pentingnya membuka ruang kolaborasi
- Salah satunya melalui dukungan terhadap penyelenggaraan Jakarta World Cinema (JWC)
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan komitmen Kementerian Kebudayaan dalam mendukung penguatan ekosistem perfilman nasional. Salah satunya melalui dukungan terhadap penyelenggaraan Jakarta World Cinema (JWC).
Dalam pertemuan bersama penyelenggara JWC, Fadli menekankan pentingnya membuka ruang kolaborasi. Antara talenta muda perfilman dengan para sineas senior guna memperkuat regenerasi industri film Indonesia.
“Kita berharap talenta-talenta muda dari berbagai daerah mendapatkan kesempatan berkembang. Dan bisa melihat festival film besar dunia seperti Cannes,” kata Fadli, Rabu, 27 Mei 2026.
Jakarta World Cinema tahun ini dijadwalkan berlangsung pada akhir Oktober 2026 dengan menghadirkan berbagai agenda perfilman. Mulai dari pemutaran film pemenang, pemberian penghargaan, hingga sesi masterclass bersama sejumlah sutradara dan pelaku industri film.
Selain penghargaan bagi film terbaik, ajang tersebut juga akan memberikan apresiasi kepada aktor, aktris, serta sineas yang dinilai berkontribusi dalam perkembangan perfilman nasional. Fadli juga menyoroti pentingnya penguatan ekosistem industri film melalui dukungan terhadap penulisan skenario.
Menurutnya, program lomba penulisan skenario yang digelar Kementerian Kebudayaan perlu diperkuat agar karya terbaik dapat dipasarkan. Melalui film market dan memperoleh dukungan pembiayaan produksi.
“Skenario terbaik nantinya dapat diberikan matching fund. Agar bisa diproduksi menjadi film,” katanya.
Sementara itu, Director of Public Affairs Jakarta World Cinema, Razka Robby Ertanto, mengatakan pihaknya telah menerapkan pola pembinaan berkelanjutan. Bagi pemenang kompetisi film pendek melalui pengembangan proyek film panjang.
Menurut Razka, program tersebut tidak hanya berorientasi pada hadiah. Tetapi juga mendorong regenerasi sineas dan membuka peluang bagi talenta baru di industri perfilman nasional.
Selain itu, dalam pertemuan tersebut juga dibahas skema pembiayaan perfilman melalui mekanisme matching fund Dana Indonesiaraya. Ini yang memungkinkan pembiayaan produksi film dilakukan secara kolaboratif antara pemerintah dan industri.
Kementerian Kebudayaan menyatakan terus mendorong penguatan perfilman nasional melalui pengembangan talenta, pembiayaan produksi, distribusi film. Hingga perluasan jejaring internasional guna meningkatkan daya saing perfilman Indonesia di tingkat global.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....