'Seni Merayu Tuhan' Rilis Trailer, Angkat Perjalanan Anak Muda Mencari Makna Hidup
- 02 Jul 2026 21:35 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Film Seni Merayu Tuhan merilis official trailer dan dijadwalkan tayang di bioskop mulai 13 Agustus 2026.
- Diadaptasi dari buku best seller karya Habib Jafar, film ini dibintangi Ari Irham, Lutesha, hingga Rieke Diah Pitaloka.
- Kisahnya mengangkat perjalanan seorang anak muda yang berusaha kembali menemukan makna hidup setelah kehilangan sang ibu.
RRI.CO.ID, Jakarta - Wahana Kreator resmi merilis official trailer film Seni Merayu Tuhan, drama terbaru yang diadaptasi dari buku best seller karya Habib Jafar. Film ini akan mulai tayang di bioskop pada 13 Agustus 2026, mengangkat kisah pencarian makna hidup seorang anak muda bernama Hikmah.
Trailer perdana memperlihatkan kehidupan Hikmah yang diperankan Ari Irham. Semasa ibunya masih hidup, Hikmah lebih banyak menghabiskan waktu bersama teman-temannya dan sang kekasih.
Ia bahkan digambarkan jauh dari kehidupan spiritual dan jarang pulang ke rumah. Kehidupannya penuh dengan kesenangan duniawi hingga lupa pada mendekat kepada Sang Pencipta.
Perjalanan hidup Hikmah berubah drastis setelah sang ibu, yang diperankan Rieke Diah Pitaloka, meninggal dunia. Kehilangan tersebut menjadi titik balik yang membuatnya mulai mencari jalan untuk kembali mendekat kepada Tuhan.
Produser Salman Aristo mengatakan Seni Merayu Tuhan merupakan drama yang dekat dengan kehidupan generasi muda. Menurutnya, film ini tidak hanya berbicara soal hubungan manusia dengan Tuhan, tetapi juga tentang keluarga, persahabatan, cinta, kehilangan, hingga proses menemukan makna hidup.
"Seni Merayu Tuhan adalah film tentang perjalanan anak muda menuju fase kedewasaan. Ceritanya relevan dengan generasi saat ini dan dikemas melalui kisah keluarga, persahabatan, cinta, kehilangan, serta pencarian makna hidup," ujar Salman dalam konferensi pers di Perpustakaan Nasional RI, Jakarta, Kamis, 2 Juli 2026.
Film ini menjadi debut penyutradaraan Cesa David Luckmansyah, yang sebelumnya dikenal sebagai editor berbagai film Indonesia. Naskahnya ditulis oleh Rino Sarjono bersama Salman Aristo dan Gina S. Noer, yang juga bertindak sebagai produser eksekutif bersama Orchida Ramadhania.
Cesa mengaku kisah Seni Merayu Tuhan memiliki kedekatan secara personal dengan dirinya. Setelah bertahun-tahun bekerja di balik meja editing, ia merasa perjalanan Hikmah menjadi panggilan untuk memulai langkah baru sebagai sutradara.
“Seperti Hikmah yang mendapat panggilan dalam perjalanan hidupnya. Begitupun saya yang mendapat panggilan untuk memulai langkah baru di perfilman,” ujar Cesa.
Sementara itu, Ari Irham menilai karakter Hikmah merepresentasikan kegelisahan yang banyak dirasakan anak muda. Ia berharap penonton dapat merasa dekat dengan perjalanan tokoh tersebut dalam memahami diri sendiri, keluarga, dan proses bertumbuh sebagai manusia.
“Sebagai anak muda, saya juga sebenernya punya keresahan terhadap apa yang saya lewati setiap hari. Saya pernah berada di posisi mencari jati diri dan saya yakin cerita dari Hikmah bakal relate banget untuk anak-anak muda,” ucap Ari.
Selain Ari Irham, film ini juga dibintangi Lutesha sebagai Sophia, Rieke Diah Pitaloka sebagai Ibu Hikman, Teuku Ryzki sebagai Khatib. Hadir juga Arie Kriting, Sita Nursanti, Onadio Leonardo, dan Alfie Alfian dan Habib Jafar.
Seni Merayu Tuhan diproduksi Wahana Kreator bersama PK Films, Emtek Media, Starvision, Magma Entertainment, dan Virtuelines Entertainment. Film ini merupakan adaptasi buku dengan judul sama karya Habib Jafar.
Sebagai adaptasi dari sebuah buku, Seni Merayu Tuhan turut berkolaborasi dengan Perpustakaan Nasional RI (Perpusnas) dan Mizan Pustaka. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mendorong minat membaca masyarakat sekaligus menjembatani budaya membaca dan budaya menonton, terutama di kalangan generasi muda.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....