Bayu Skak Eksplorasi Budaya Madura dalam Film Terbaru 'Foufo'
- 28 Jun 2026 17:10 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Bayu Skak menghadirkan film Foufo, komedi fiksi ilmiah berlatar budaya Madura yang tayang mulai 9 Juli 2026.
- Film ini menjadi film nasional pertama Bayu yang menggunakan bahasa Madura sebagai bahasa utama dengan mayoritas pemeran asli Madura.
- Proses casting diikuti sekitar 2.500 peserta untuk menjaga keaslian dialek dan budaya, sekaligus menghadirkan wajah-wajah baru di perfilman Indonesia.
RRI.CO.ID, Jakarta - Sutradara Bayu Skak kembali menghadirkan inovasi lewat film terbarunya berjudul Foufo. Film terbaru ini akan bergenre komedi fiksi ilmiah yang dibalut drama keluarga.
Film ini mengangkat kisah unik tentang keluarga Madura yang kedatangan alien di wilayah pemukiman mereka. Foufo dijadwalkan tayang di bioskop mulai 9 Juli 2026.
Melalui Foufo, Bayu untuk pertama kalinya menghadirkan film nasional yang menggunakan bahasa Madura sebagai bahasa utama. Selain itu, latar budaya Madura juga dihadirkan secara autentik dengan mayoritas pemain yang merupakan keturunan asli Madura.
Film ini mengisahkan Muslim, seorang pemuda Madura yang diperankan Tretan Muslim. Kehidupannya berubah drastis ketika sebuah UFO mendarat di dekat rumahnya dan membawa sesosok alien yang memicu berbagai kejadian kocak.
Demi menjaga keaslian bahasa dan dialek, Skak Studios dan Sinemart memilih menggelar proses audisi langsung di Surabaya Utara. Menurut Bayu, langkah tersebut dilakukan agar karakter yang tampil benar-benar merepresentasikan masyarakat Madura.
"Kami melakukan casting besar-besaran di Surabaya Utara, tepatnya di Kaza Mall. Karena memang dekat dan banyak masyarakat Madura yang tinggal di sana," kata Bayu Skak dalam keterangan tertulis.
Dari ribuan peserta tersebut, Bayu menemukan sejumlah talenta baru, seperti Ina Pogang hingga Siti Kam. Ia menilai penggunaan aktor asli Madura membuat dialog dalam film terdengar lebih alami.
"Yang jelas otentiknya Maduranya sudah tidak perlu dikhawatirkan lagi, karena memang dari Madura asli, nyel! Sehingga berbahasa Maduranya langsung enak didengar," ujarnya.
Bayu mengatakan ide film ini lahir sebagai upaya menghadirkan sesuatu yang berbeda di tengah maraknya film horor-komedi. Setelah sebelumnya mengeksplorasi budaya Jawa Timuran, Jawa Mataraman, dan Jawa Ngapak, kali ini ia memilih budaya Madura.
"Kami berpikir, bagaimana kalau kita tabrakkan langsung ide yang tidak biasa. Apa jadinya kalau ada UFO crash landing di Madura?" ucap Bayu.
Berbeda dengan film-film sebelumnya, Bayu kali ini lebih fokus berada di balik layar sebagai sutradara. Ia hanya tampil sebagai cameo sebagai Joko, pegawai bank yang datang ke rumah Muslim untuk mengurus pinjaman.
Selain menghadirkan komedi, Bayu berharap Foufo dapat menjadi tontonan yang aman dinikmati seluruh anggota keluarga. Menurutnya, film tersebut dirancang agar dapat disaksikan anak-anak hingga orang dewasa.
"Foufo adalah film yang sangat ramah keluarga. Anak-anak kecil dan seluruh anggota keluarga bisa menonton dengan tenang tanpa ada yang harus dikhawatirkan," katanya.
Nuansa komedi dalam film ini juga diperkuat lewat kehadiran Toni yang diperankan Ade Kurniyawan pengisi suara SpongeBob SquarePants. Dalam cerita, Toni kehilangan suaranya setelah bertemu alien, sementara karakter alien Foufo diperankan oleh Bambang Ceper.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....