JAFF Market 2026 Kembali Digelar 28-30 November, Siap Perkuat Ekosistem Perfilman

  • 01 Jul 2026 12:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • JAFF Market 2026 kembali digelar pada 28-30 November di JEC Yogyakarta sebagai pasar film terbesar di Indonesia.
  • Ajang ini mempertemukan pelaku industri, investor, distributor, dan kreator untuk memperkuat ekosistem perfilman nasional.
  • Pertumbuhan industri film Indonesia yang positif menjadi momentum JAFF Market memperluas kolaborasi dan akses ke pasar internasional.

RRI.CO.ID, Jakarta - Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) kembali menghadirkan JAFF Market sebagai pasar film terbesar di Indonesia. Ajang ini akan berlangsung pada 28-30 November 2026 di Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta.

Kehadiran pasar film ini ditujukan untuk memperkuat ekosistem perfilman Indonesia, mempertemukan pelaku industri perfilman dari dalam maupun luar negeri. Dengan membuka ruang kolaborasi bagi produser, sutradara, investor, distributor, pemilik intellectual property (IP), hingga berbagai institusi ndustri kreatif.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan pemerintah terus mendukung penyelenggaraan JAFF Market sebagai salah satu langkah memperkuat industri perfilman nasional. Menurutnya, Indonesia juga memperkuat kapasitas produksi, distribusi, dan pembiayaan agar semakin banyak karya sineas Tanah Air mampu menembus pasar internasional.

"Kita tidak hanya ingin menjadi pasar bagi film-film dunia. Tetapi juga memperkuat kapasitas produksi, distribusi, dan pembiayaan agar semakin banyak karya Indonesia yang mampu bersaing di tingkat internasional," kata Fadli.

Ia menilai kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar industri perfilman nasional dapat tumbuh secara berkelanjutan. JAFF Market dinilai menjadi ruang strategis memperluas jejaring, membuka peluang investasi, sekaligus memperkenalkan karya dan talenta Indonesia ke pasar global.

Optimisme terhadap penyelenggaraan JAFF Market juga didorong oleh pertumbuhan industri film nasional yang terus menunjukkan tren positif. Berdasarkan laporan Industry Trends and Performance in H1 2026, sebanyak 13 film Indonesia berhasil menembus lebih dari satu juta penonton tahun ini.

Market Director JAFF Market, Linda Gozali, mengatakan industri film Indonesia kini memasuki fase yang semakin matang. Menurutnya, tantangan saat ini bukan lagi sekadar memproduksi banyak film, melainkan memastikan setiap proyek memiliki akses terhadap pembiayaan dan mitra kolaborasi.

"Di sinilah JAFF Market mengambil peran sebagai market hub. Kami melihat semakin banyak proyek menemukan mitra pendanaan, talenta memperoleh peluang pengembangan, dan IP Indonesia menjangkau pasar yang lebih luas," ujarnya.

Festival Director JAFF, Ifa Isfansyah menilai Indonesia memiliki banyak talenta dan kekayaan intellectual property yang berpotensi berkembang. Namun masih membutuhkan ekosistem industri yang mampu mempertemukan pelaku kreatif dengan investor dan pasar.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, JAFF Market 2026 kembali menghadirkan berbagai program yang mencakup seluruh rantai industri perfilman. Diantaranya, Film Industry Exhibitions, JAFF Future Project, Talent Day, Film Lab, Film & Market Conference, Market Screening, Company Showcase, Networking Events, hingga JAFF IP Connection.

Kolaborasi dengan Amar Bank juga berlanjut pada tahun ini. Presiden Direktur Amar Bank, Vishal Tulsian, mengatakan dukungan tersebut merupakan bagian dari upaya mendorong lahirnya ekosistem pembiayaan.

Selain itu, JAFF Market menggandeng Badan Perfilman Indonesia (BPI) bersama sejumlah asosiasi perfilman seperti APROFI, IFDC, PILAR, INAFEd, ICS, dan ACI. Kerja sama tersebut untuk meningkatkan kapasitas pelaku industri sekaligus mendorong inovasi, pemanfaatan teknologi, dan pengembangan model bisnis baru.

Tak hanya memperkuat industri di dalam negeri, JAFF Market juga terus memperluas jejaring internasional. Dalam beberapa tahun terakhir, penyelenggara aktif berpartisipasi di berbagai forum industri dunia.

Diantaranya seperti Marché du Film di Cannes, Asian Contents & Film Market di Busan. Serta Asia TV Forum & Market di Singapura untuk membuka peluang kolaborasi sekaligus memperkenalkan karya dan IP Indonesia ke pasar global.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....