Netflix, APROFI dan BPI Luncurkan Program ‘Cerita Anak Nusantara’
- 24 Jun 2026 15:16 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Netflix, APROFI, dan BPI meluncurkan Cerita Anak Nusantara untuk menjaring ide film anak, remaja, dan keluarga Indonesia.
- Sepuluh finalis akan mendapatkan pendampingan dan pelatihan untuk mengembangkan ide menjadi treatment skenario.
- Program diprioritaskan bagi sutradara pemula guna mendorong regenerasi sineas dan memperkuat industri film keluarga.
RRI.CO.ID, Jakarta - Netflix bersama Asosiasi Produser Film Indonesia (APROFI) dan Badan Perfilman Indonesia (BPI) meluncurkan program Cerita Anak Nusantara. Program ini untuk menjaring ide cerita film panjang bertema anak, remaja, dan keluarga Indonesia.
Program yang didukung Netflix Fund for Creative Equity itu hadir untuk mencari cerita-cerita autentik yang dekat dengan kehidupan keluarga Indonesia. Selain kompetisi ide cerita, program ini juga menjadi wadah pengembangan proyek bagi sineas muda Tanah Air.
Sebanyak 10 finalis terpilih nantinya akan mengikuti rangkaian lokakarya dan sesi pendampingan bersama sineas berpengalaman. Para peserta akan dibimbing mengembangkan ide cerita hingga menjadi treatment skenario yang lebih matang.
Director of Global Affairs Southeast Asia Netflix, Ruben Hattari, mengatakan kebutuhan akan tontonan keluarga saat ini terus meningkat. Menurutnya, semakin banyak keluarga yang meluangkan waktu untuk menonton bersama berbagai tayangan yang dapat dinikmati lintas generasi.
"Keluarga kini semakin banyak meluangkan waktu untuk menonton bersama. Ada peluang besar untuk mengembangkan cerita yang ramah keluarga dan menghadirkan ekosistem tontonan yang aman dan terpercaya," kata Ruben dalam keterangan tertulis, Rabu, 24 Juni 2026.
Ia menilai cerita berkualitas tidak hanya berfungsi sebagai hiburan. Tetapi juga dapat memperkaya pengalaman anak sekaligus memicu percakapan yang bermakna di lingkungan keluarga.
Peluncuran program ini juga dilatarbelakangi pertumbuhan minat masyarakat terhadap film keluarga. Salah satu contohnya adalah kesuksesan film animasi "Jumbo" karya Ryan Adriandhy yang mencatatkan lebih dari 10 juta penonton di bioskop nasional.
Ketua Umum APROFI, Edwin Nazir, mengatakan film anak dan keluarga memiliki peran penting dalam membentuk cara pandang terhadap generasi mendatang. Ia menilai sineas Indonesia memiliki kapasitas untuk menghadirkan cerita yang relevan dan autentik bagi penonton keluarga.
"Film anak dan keluarga Indonesia bukan genre kecil. Ini adalah cermin dari cara kita memandang generasi berikutnya," ujar Edwin.
Ketua Umum BPI, Fauzan Zidni, menyebut Cerita Anak Nusantara bagian dari upaya memperkuat fondasi industri film anak dan keluarga Indonesia. Ia berharap program tersebut dapat melahirkan lebih banyak karya yang berasal dari pengalaman nyata keluarga Indonesia.
"BPI melihat Cerita Anak Nusantara sebagai bagian dari upaya bersama membangun fondasi industri film anak dan keluarga yang lebih kuat. Cerita yang lahir dari sineas muda Indonesia, yang tumbuh dari pengalaman nyata dan pemahaman mendalam tentang keluarga Indonesia,“ katanya.
Program ini terbuka bagi sineas Indonesia yang ingin mengembangkan cerita fiksi orisinal untuk film panjang. Pendaftaran telah dibuka dan akan berlangsung hingga 1 Juli 2026.
Dengan kategori usia Semua Umur (SU), 7+, maupun 13+. Tema yang diangkat dapat berupa keluarga, persahabatan, petualangan, drama remaja, komedi hingga fiksi ilmiah.
Karakter utama dalam cerita harus merupakan anak-anak dan/atau keluarga Indonesia dengan latar cerita yang berlokasi di Indonesia. Program ini diprioritaskan bagi sutradara yang baru memulai karier atau maksimal baru menyutradarai satu film panjang.
Melalui Cerita Anak Nusantara, Netflix, APROFI, dan BPI berharap dapat mendorong lahirnya generasi baru sineas Indonesia. Program ini sekaligus diharapkan memperkaya pilihan film anak dan keluarga di Tanah Air.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....