Jumlah Penonton Meningkat, Menbud: Industri Film Indonesia Makin Bergairah
- 19 Jun 2026 18:50 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Jumlah penonton film Indonesia terus meningkat dan telah melampaui 80 juta penonton, dengan tren pertumbuhan yang diyakini berlanjut sepanjang 2026.
- Film nasional semakin beragam dan kompetitif, ditandai meningkatnya jumlah film box office pada 2026 dibandingkan tahun sebelumnya yang didominasi beberapa judul besar.
- Kekayaan budaya Indonesia menjadi modal utama perfilman nasional, sementara keberhasilan distribusi film ke berbagai negara menunjukkan daya saing industri kreatif Indonesia di pasar global.
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon menilai perkembangan industri film Indonesia menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir. Peningkatan jumlah penonton dinilai menjadi indikator penting pertumbuhan sektor perfilman nasional yang semakin kompetitif saat ini.
Menurutnya, jumlah penonton film Indonesia telah melampaui delapan puluh juta dan terus mencatatkan peningkatan setiap tahun. Ia meyakini capaian tersebut akan kembali bertambah sepanjang 2026 seiring tingginya minat masyarakat terhadap film.
"Jadi selalu ada peningkatan rekor kita, dari 2024 ke 2025, 2026, saya yakin juga akan meningkat. Apalagi di tahun ini juga banyak film Indonesia masuk ke box office," katanya saat ditemui wartawan usai menghadiri konferensi pers Festival Film Indonesia (FFI), Hutan Kota, Jakarta Selatan, Kamis, 18 Juni 2026.
Ia mengatakan banyak film nasional berhasil meraih status box office selama paruh pertama tahun 2026 berjalan. Kondisi tersebut menunjukkan industri perfilman nasional semakin berkembang dengan pilihan karya yang lebih beragam luas.
Ia menilai capaian tersebut berbeda dibandingkan tahun sebelumnya yang didominasi beberapa judul dengan jumlah penonton besar. Saat ini, keberhasilan box office dinikmati lebih banyak film sehingga pertumbuhan industri dinilai semakin merata nasional.
"Di tahun 2025 memang spesial ada film seperti Jumbo atau Agak Laen yang jumlah penontonnya besar. Tapi dari jumlah box office-nya lebih sedikit, sekarang lebih variatif," ujarnya.
Selain pertumbuhan penonton, ia menyoroti besarnya potensi cerita yang dimiliki Indonesia untuk dikembangkan menjadi film berkualitas. Kekayaan budaya dari ribuan pulau dan ratusan etnis dinilai menyediakan sumber inspirasi yang sangat melimpah.
Menurutnya, kehidupan masyarakat adat hingga kawasan perkotaan dapat menjadi bahan cerita yang menarik bagi perfilman. Potensi tersebut membuka peluang besar bagi sineas untuk menghadirkan karya yang berakar pada identitas bangsa.
"Film Indonesia memiliki sumber cerita yang sangat besar dari kekayaan budaya bangsa. Dengan 1.340 etnis yang tersebar di berbagai daerah, cerita yang dapat diangkat mencakup kehidupan masyarakat adat hingga perkotaan," ucapnya.
Ia menegaskan kreativitas, imajinasi, dan kualitas penulisan skenario menjadi faktor utama dalam menghasilkan karya terbaik nasional. Dengan dukungan sumber cerita melimpah, industri film Indonesia dinilai memiliki peluang berkembang semakin kuat mendatang.
Sementara itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno meyakini Jakarta akan semakin berkembang sebagai pusat perfilman nasional. Keyakinan tersebut didukung pertumbuhan industri film Indonesia yang menunjukkan capaian positif dalam beberapa tahun terakhir.
Menurutnya, peningkatan jumlah penonton film nasional menjadi indikator kuat berkembangnya industri kreatif Indonesia saat ini. Sejumlah karya sineas Indonesia juga berhasil memperluas jangkauan pasar hingga ke berbagai negara dunia.
"Keberhasilan film Indonesia membuktikan industri kreatif nasional memiliki daya saing kuat dalam menghadapi persaingan global saat ini. Hak distribusi yang terjual ke banyak negara menunjukkan karya anak bangsa semakin diterima pasar internasional luas," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....