Menbud Pastikan Penjurian FFI 2026 Berjalan Adil tanpa Kecurangan
- 18 Jun 2026 22:50 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menbud Fadli menjamin proses penjurian FFI 2026 berlangsung transparan, profesional, dan bebas dari intervensi maupun praktik titip-menitip.
- FFI 2026 diharapkan menjaring lebih banyak film Indonesia, dengan sekitar 60–70 persen dari 200 film produksi tahunan mengikuti seleksi.
- Sistem penjurian FFI 2026 mengalami penyempurnaan, untuk memastikan pemenang terpilih berdasarkan standar artistik, teknis, dan profesional yang lebih kuat.
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon memastikan proses penjurian Festival Film Indonesia (FFI) 2026 akan berlangsung transparan dan profesional. Menurutnya, seluruh tahapan seleksi dilakukan berdasarkan kualitas karya tanpa adanya intervensi dari pihak mana pun.
Ia mengatakan integritas dewan juri menjadi faktor penting dalam menjaga kredibilitas ajang perfilman nasional tersebut. Karena itu, proses penilaian akan berfokus pada kualitas film yang dinilai layak memperoleh penghargaan tahun ini.
"Tidak ada titip-titipan, tidak ada cawe-cawe. Dewan juri juga punya integritas dan profesional dalam menjaring film-film Indonesia," katanya saat ditemui wartawan usai menghadiri konferensi pers Festival Film Indonesia (FFI), Hutan Kota, Jakarta Selatan, Kamis, 18 Juni 2026.
Ia menjelaskan pendaftaran FFI 2026 dijadwalkan mulai berlangsung pada Agustus mendatang bagi para pelaku perfilman Indonesia. Film yang dapat mengikuti seleksi merupakan karya yang telah memenuhi ketentuan dan syarat penyelenggaraan festival.
Menurutnya, industri perfilman Indonesia setiap tahun mampu menghasilkan sekitar dua ratus judul film dari berbagai genre. Dari jumlah tersebut, sebagian besar biasanya mengikuti proses seleksi untuk berkompetisi dalam Festival Film Indonesia.
"Jumlahnya 200an film, yang mendaftar mungkin 60-70 persennya. Kita berharap dengan adanya FFI yang terus semakin membesar semakin banyak menjaring film-film Indonesia," ucapnya.
Di sisi lain, film Indonesia telah menjadi tuan rumah di negeri sendiri melalui dominasi jumlah penonton bioskop nasional. Data yang dimilikinya menunjukkan pangsa pasar film Indonesia telah mencapai sekitar enam puluh tujuh persen.
Ia mengatakan capaian tersebut menjadi kabar baik bagi pertumbuhan industri kreatif dan ekonomi berbasis kebudayaan nasional. Perkembangan itu juga menunjukkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap kualitas karya perfilman Indonesia yang terus berkembang.
"Film Indonesia memiliki kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi berbasis budaya. Saat ini, sekitar 67 persen pangsa pasar bioskop nasional berasal dari penonton yang menyaksikan film-film Indonesia," ucapnya, lagi.
Melalui penyelenggaraan FFI 2026, pemerintah berharap ekosistem perfilman nasional semakin kuat dan berkelanjutan pada masa depan. Festival tersebut diharapkan mampu menjaga, merawat, serta meningkatkan kualitas industri film Indonesia secara menyeluruh.
Sementara itu, Ketua Bidang Penjurian Festival Film Indonesia (FFI) 2026, Budi Irawanto mengatakan sistem penjurian tahun ini mengalami sejumlah penyempurnaan. Perubahan tersebut dilakukan untuk meningkatkan kualitas proses seleksi dan menghasilkan pemenang yang memenuhi standar terbaik.
Menurutnya, penyempurnaan sistem penjurian menjadi bagian dari upaya memperkuat kredibilitas ajang penghargaan perfilman nasional. Langkah itu juga bertujuan memastikan setiap karya dinilai secara profesional berdasarkan kualitas artistik dan teknis.
"Sistem penjurian tahun ini mengalami penyempurnaan dibandingkan tahun sebelumnya. Semangat kami adalah menghasilkan film pemenang yang benar-benar memenuhi standar artistik, teknis, dan profesional," ujarnya, menjelaskan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....