Luis Fabini Ceritakan Sempat Kesulitan Dana saat Jalani Proyek Gaucho
- 11 Jun 2026 12:40 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Luis Fabini memulai proyek dokumentasi gaucho dengan keterbatasan dana karena melihat komunitas tersebut sebagai identitas budaya Uruguay.
- Setelah dua tahun mencari dukungan, Fabini memperoleh pendanaan dari lembaga seni di New York untuk melanjutkan proyeknya.
- Uruguay memanfaatkan peringatan 60 tahun hubungan diplomatik untuk memperkuat kerja sama strategis dengan Indonesia.
RRI.CO.ID, Jakarta - Fotografer asal Uruguay, Luis Fabini mengisahkan awal perjalanannya mendokumentasikan kehidupan komunitas gaucho di negaranya. Proyek tersebut lahir dari ketertarikan mendalam terhadap budaya yang dianggap merepresentasikan identitas nasional Uruguay.
Ia mengatakan dirinya memulai perjalanan menuju wilayah utara Uruguay dengan keterbatasan ekonomi yang dimiliki saat itu. Ia melakukan perjalanan secara sederhana sambil menumpang kendaraan untuk mencapai daerah tempat para gaucho bermukim.
"Saat memulai perjalanan saya masih menjalani kehidupan sebagai biksu dan hanya memiliki uang sangat terbatas. Saya berangkat menuju wilayah utara Uruguay dan mulai memotret kehidupan para gaucho yang menarik perhatian," katanya dalam dialog Luis Fabini: Behind Gauchos via daring, Rabu malam, 10 Juni 2026.
Setibanya di lokasi, ia mengaku langsung tertarik pada kehidupan dan nilai yang dimiliki komunitas tersebut. Pengalaman tersebut semakin menguatkan keinginannya untuk menjadikan gaucho sebagai fokus proyek fotografi jangka panjang.
Menurutnya, sosok gaucho memiliki peran penting dalam membentuk karakter budaya dan sejarah masyarakat Uruguay. Karena itu, ia merasa perlu mendokumentasikan kehidupan mereka melalui pendekatan visual yang mendalam.
"Saya merasa kehidupan gaucho memiliki daya tarik yang kuat dan layak didokumentasikan secara lebih serius. Bagi saya, mereka merupakan bagian penting dari identitas budaya Uruguay yang perlu terus dikenalkan," ucapnya.
Meski memiliki tujuan yang jelas, ia menghadapi tantangan besar dalam memperoleh dukungan pendanaan bagi proyeknya. Ia menghabiskan waktu sekitar dua tahun untuk mencari sumber pembiayaan agar dokumentasi dapat dilaksanakan secara berkelanjutan.
Ia mengungkapkan banyak pihak belum memahami konsep proyek yang sedang ia kerjakan pada masa itu. Padahal, menurutnya, gagasan mengenai dokumentasi kehidupan gaucho merupakan tema yang sederhana dan mudah dijelaskan.
"Saya mengalami kesulitan memperoleh dukungan karena banyak orang belum memahami tujuan proyek yang sedang dijalankan. Padahal konsepnya sederhana, yaitu mendokumentasikan kehidupan gaucho sebagai bagian identitas budaya masyarakat Uruguay," ujarnya, menjelaskan.

Dua gaucho menggiring sapi di sebuah peternakan di Uruguay. (Foto: Instagram/@luisfabini)
Setelah melalui proses panjang, ia akhirnya memperoleh dukungan dari sebuah lembaga seni yang berbasis di New York. Bantuan tersebut menjadi titik penting yang memungkinkan dirinya melanjutkan proyek dokumentasi secara lebih mendalam.
Dengan dukungan pendanaan tersebut, ia mulai menelusuri kehidupan para gaucho secara intensif di berbagai wilayah Uruguay. Hasil dokumentasi itu kemudian berkembang menjadi karya fotografi yang dikenal luas dan mendapat perhatian internasional.
Uruguay terus mendorong penguatan hubungan bilateral dengan Indonesia pada peringatan enam dekade hubungan diplomatik kedua negara. Momentum tersebut dinilai menjadi kesempatan penting untuk memperluas kerja sama di berbagai sektor strategis.
Duta Besar Uruguay untuk Indonesia, Cristina Gonzalez menyoroti pameran fotografi Gauchos yang terpampanh indah di Galeri Nasional Indonesia. Menurutnya, pameran tersebut merupakan peringatan 60 tahun hubungan diplomatik memiliki makna khusus bagi kedua negara.
"Peringatan enam puluh tahun hubungan diplomatik menjadi momen penting untuk memperkuat kerja sama kedua negara ke depan. Tahun ini sangat istimewa bagi kami dan menjadi kesempatan memperluas hubungan pada berbagai bidang strategis," ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....